Rabu, 28 Juni 2017 WIB

Close
Close

DPRD DKI Jakarta “Digeruduk” Kelompok Penolak Reklamasi

Oleh : Nurul Fatha | Kamis, 25 Pebruari 2016 | 13:40 WIB




KEBON SIRIH, PJ – Gedung DPRD DKI Jakarta ‘digeruduk’ Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta yang menolak pengesahan dua rancangan peraturan daerah tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil (RZWP3K) dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantura.


Sebagaimana diketahui, hari ini rencananya DPRD akan menggelar rapat paripurna untuk mengesahkan dua rancangan peraturan daerah terebut. Para pengunjuk rasa terdiri dari WALHI DKI Jakarta, Forum Kerukunan Nelayan Muara Angke, Solidaritas Perempuan, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) dan LBH Jakarta.


“Kami mendatangi DPRD untuk menyatakan penolakan pengesahan dua raperda itu,” kata Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Nelayan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia, Martin Hadiwinata di Jakarta, Kamis (25/2/2016).
Menurut Martin, salah satu alasan penolakan raperda itu karena kedua peraturan itu sebagai cara untuk mempercepat proyek Reklamasi Teluk. “Padahal aturan zonasi belum terbit,” kata Martin.

Raperda RZWP3K mengatur tentang penataan ruang laut di Provinsi DKI Jakarta. Di dalam aturan itu diperuntukkan ruang laut dalam 4 kawasan, yaitu kawasan konservasi, kawasan pemanfaatan umum, kawasan strategi nasional tertentu, dan alur laut.

Menurut Deputi Wahana Lingkungan (WALHI), Zaenal Muttaqin, hanya segelintir anggota dewan yang menolak Raperda Reklamasi. “Sikap itu menunjukkan DPRD tidak memiliki keberpihakan kepada nelayan dan warga terdampak reklamasi,” katanya.

Zaenal menegaskan, tidak adanya dasar hukum dalam pembahasan raperda merupakan persoalan hukum yang fundamental. “Dalam penjelasan di draft raperda menyatakan bahwa sejak terbitnya kepres 54/2008 terjadi kekosongan hukum di perda tentang reklamasi. Jika pemprov mengakui tidak ada dasar hukum, kenapa izin reklamasi tetap dikeluarkan?" tegasnya. []

 

 


Komentar


Jakarta Timur - 47 menit yang lalu

Ayook, Segera Daftar Program Arus Balik Gratis Sepeda Motor dengan Kapal Laut

CAWANG, PJ – Mudik merayakan Lebaran di kampung halaman tentu saja menguras energi. Untuk keselematan dalam..
Bodetabek - 1 jam yang lalu

Pemkot Bekasi Bakal Gelar Operasi Yustisi Pasca Idulfitri

BEKASI, PJ - Pasca hari raya Idulfitri 1438 H atau tepatnya pada saat arus balik dimulai pemerintah Kota Bekasi akan..
Jakarta Pusat - 2 jam yang lalu

Tugu Monas Dibanjiri Ribuan Pengunjung

GAMBIR, PJ - Ribuan pengunjung memadati kawasan Tugu Monumen Nasional (Monas) yang terletak di daerah Jakarta Pusat...
Jakarta Utara - 3 jam yang lalu

Libur Lebaran, Wisata Religi di Makam Mbah Priok Ramai Dikunjungi Peziarah

KOJA, PJ – Libur Lebaran dimanfaatkan warga Jakarta untuk berkunjung ke tempat-tempat rekreasi. Namun, warga..
Jakarta Selatan - 3 jam yang lalu

Seorang Pria Mau Melompat Pagar Mapolda Jateng Ditangkap

KEBAYORAN BARU, PJ - Aparat kepolisian menangkap seorang pria berinisial MR (32) lantaran hendak melompati pagar..
Bodetabek - 4 jam yang lalu

Bocah Perempuan Tenggelam Berenang di Sungai Cikeas

BOGOR, PJ - Dua bocah perempuan asal Jakarta tenggelam saat berenang di aliran Sungai Cikeas, Desa Cijayanti,..
Bodetabek - 5 jam yang lalu

Macet Total Antrean Kendaraan Dari Pacet Hingga Puncak

CIANJUR, PJ - Jalur Puncak-Cianjur, Jawa Barat, macet total dengan antrean kendaraan mencapai belasan kilometer..
Jakarta Selatan - 5 jam yang lalu

Pelaku Penyerangan Polda Sumut Bertambah Satu

KEBAYORAN BARU, PJ - Firmansyah Putra Yudi (32) ditetapkan menjadi tersangka kasus penyerangan ke Markas Polda..
Jakarta Utara - 6 jam yang lalu

Wakapolda Metro Mengecek Pengamanan Kawasan Wisata di Ancol

PADEMANGAN, PJ - Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana mendatangi kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta..
Bodetabek - 6 jam yang lalu

Bus Pariwisata di Rest Area Tol Ciawi di Razia Satlantas Polres Bogor

CIAWI, PJ - Puluhan bus pariwisata di rest area KM 45 Jalan Tol Ciawi yang hendak melintasi Jalur Puncak di razia..
Lihat Semua

Close
Close
Close




Indeks

Close
Close
Close