Minggu, 22 Januari 2017 WIB

Close

"Ahok, Kami Tetap Mencintaimu"

Oleh : | TB Adhi | Kamis, 24 Nopember 2016 | 07:18 WIB



ENTAH kebetulan atau tidak, seiring dengan makin mendekatnya ke rencana aksi 212 (2 Desember) yang dikhawatirkan didomplengi oleh adanya upaya makar, Basuki Tjahaja Purnama justru terkesan kian dekat di hati rakyat.

Dalam setiap kegiatan kampanyenya kebanyakan warga yang ditemui Ahok memilih bersalaman, mencium tangan, memeluk, meminta berfoto bersama atau selfie. Warga senantiasa histeria jika bertemu Ahok. Jarang ada warga yang bertanya soal visi-misi dari petahana gubernur DKI Jakarta ini.

Menurut Ahok, hal tersebut terjadi karena kebanyakan warga sudah mengetahui program kerjanya bersama cawagub Djarot Saiful Hidayat.

"Saya kira ini memang umumnya mereka enggak tanyain visi misi kita ya karena kan mereka udah tahu kita kerja apa. Biasanya mereka hanya pengaduan program apa yg macet, kali yang masih kotor, Kita juga tanya soal banjir, tetapi sekarang kan umumnya udah nggak banjir," begitu kata Ahok di sela blusukan di Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (23/11/2016).

"Masyarakat dah nggak tanya visi misi kita lagi. Karena urusan rumah sakit cepet beres, sekolah beres, urus izin apa saja cepet. Dulu Pulomas tiap hujan banjir, sekarang kan nggak lagi," papar cagub nomor urut 2 itu.

Ahok menanggapi wajar makin ramainya warga yang memenuhi lokasi blusukan dirinya. Bagi Ahok bertemu dengan warga sangat penting. Ia sangat terharu, status tersangka yang dilekatkan pada dirinya, ternyata tak dihiraukan oleh masyarakat.

Rakyat tetap mencintainya. Dalam setiap kali blusukan saat kampanye, teriakan "Ahok kami tetap mencintaimu" yang serentak dilontarkan warga sungguh membuatnya terharu. Oleh karena itu pula ia selalu mengusahakan untuk sedekat mungkin dengan warga pada setiap kali kampanye.

"Saya bilang ke beberapa staf ini kan masih lebih padat, ke kawinan saja ada yang suka, ada yang enggak suka aja. 45 menit baru keluar. Kita kan tadi juga harusnya enggak berhenti di sana. Begitu orang udah teriak-teriak begitu masa iya kita enggak turun, enggak enak juga kan," tutur Ahok di Pulomas.

Karena sudah memahami permasalahan Jakarta, Ahok juga mengaku siap untuk mengikuti debat kandidat cagub-cawagub yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta nanti. Ahok sudah memiliki program yang telah dijalankan sewaktu menjalani tugas sebagai gubernur.

Menurut Ahok, tidak ada persiapan khusus dalam debat sebab sejumlah program terlaksana. Cagub nomor urut 2 itu juga menyinggung pasangan lain yang dinilai memiliki program-program kerja yang baru bisa direalisasikan bila terpilih.

"Kalau program kan kita cuma sampaikan program. Kalau yang lain kan saya akan (menjalani program) Kalau saya kan, saya sudah (melakukan program)," terang Ahok.

Sejumlah program yang dimaksud oleh Ahok yakni di bidang pendidikan, transportasi, kesejahteraan, rumah dan kesehatan. Dia menilai warga DKI cukup puas terhadap program di bidang tersebut.

"Pendidikan (KJP) mereka (warga) terima kasih. Kesehatan mereka terima kasih. Transportasi, beberapa yang tinggal di rumah susun juga mereka bilang terima kasih, semua juga terima kasih pada operasi pasar. Apalagi kalau nanti Desember kita buka pasar perkulakan dengan harga distributor," jelas Ahok.

Selain itu, Ahok juga menyebut program lain yang dijalankan di bidang kesejahteraan sosial yakni dengan membebaskan biaya naik TransJakarta bagi masyarakat yang bergaji UMP di DKI serta yang tinggal di rusun.

"Kenapa masyarakat saya bebaskan naik bus TransJakarta? Supaya biaya hidupnya murah. Dari situ dia bisa hemat Rp 300 ribu-an. Kayak rumah, kita udah bangun rumah banyak. Biasanya orang sewa Rp 750-800 ribu-an per bulan, sama kita paling mahal Rp 450 ribu. Otomatis lebih murah, anaknya naik bus enggak bayar. Kesehatan juga ditanggung," Ahok menjabarkan.

Naik bus Tije (Transjakarta) dengan cuma mengeluarkan ongkos sebesar Rp 3500 bisa menjelalah ibukota seharian, dari Ancol sampai Ragunan, dari Kampung Rambutan hingga Muara Karang. Bisa gonta-ganti Tije sesukanya, berkeliling seharian. Mana pernah dulu terbayangkan. []

 


#Ahok #Pilkada #Penista agama

Komentar


Jakarta Pusat - 12 menit yang lalu

Transjakarta Symphoni Akan Hibur Penumpang di Halte Busway

GAMBIR, PJ – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono akan memberikan kesempatan pengamen jalanan..
Jakarta Pusat - 1 jam yang lalu

Simulasi Pencoblosan Pilkada DKI di Pulau Seribu

SENEN, PJ - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta akan menggelar simulasi pencoblosan surat suara Pemilihan Kepala..
Jakarta Utara - 2 jam yang lalu

Malam Mingguan Bareng Ahok Nobar Film Soekarno

KELAPA GADING,PJ – Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama (Ahok) menonton film Soekarno..
Balaikota - 3 jam yang lalu

Sumarsono: Tahun Ini Kuota Umrah Marbut di Tambah

KOJA, PJ - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada tahun ini berencana menambah jumlah kuota ibadah umrah..
Jakarta Timur - 4 jam yang lalu

Ke Arab Saudi, BNPT Perkaya Ilmu Deradikalisasi

CAWANG,PJ - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH melakukan..
Jakarta Pusat - 5 jam yang lalu

Program Pemberantasan Narkoba di Sisipkan Dalam Debat Cagub DKI

MENTENG,PJ – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta Sumarno mengatakan, program pemberantasan..
Jakarta Pusat - 6 jam yang lalu

Moderator Debat Kedua Cagub-Cawagub DKI Belum Ditentukan

CIKINI, PJ - KPU DKI Jakarta hingga saat ini masih menggodok nama moderator yang akan memandu jalannya debat kedua..
Jakarta Pusat - 7 jam yang lalu

Debat Cagub-Cawagub DKI Babak Kedua Ditambah Menjadi 120 Menit

CIKINI, PJ - Durasi debat valon gubernru dan calon wakil gubernur DKI Jakarta babak kedua tanggal 27 Januari 2017..
Bodetabek - 8 jam yang lalu

Mensos Apresiasi Polisi Ungkap Prostitusi Online di Bekasi

BEKASI, PJ - Menteri Sosial, Khofifah Indarparawansa menanggapi pengungkapan kasus prostitusi online yang dilakukan..
Balaikota - 9 jam yang lalu

Pemprov DKI Bahas Usulan Revisi UU nomor 29 tahun 2007

BALAIKOTA, PJ - Usulan revisi undang-undang nomor 29 tahun 2007 tentang Pemprov DKI Jakarta sebagai Daerah Khusus..
Lihat Semua

Close
Close




Indeks

Close
Close