Sabtu, 25 Maret 2017 WIB

Close

Sugianto Kusuma Lebih Tenang Mengabdi Untuk Misi Kemanusiaan

Oleh : Aqila Zafira | Rafi Adam | Rabu, 30 Nopember 2016 | 20:47 WIB



SEBAGAI pengusaha, hari-hari Sugianto awalnya banyak dihabiskan di kantor. Namun sejak bergabung di Yayasan Tzu Chi, waktunya justru dia curahkan untuk misi kemanusiaan.

“Bersama relawan, saya bisa lebih banyak berbuat baik kepada orang yang memang membutuhkan pertolongan,” ujar Aguan saat ditemui di kantor Yayasan Budha Tzu Chi, Gedung ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, Rabu (30/11/2016).

Bagi pria kelahiran Palembang ini, aktifitas di kegiatan sosial jauh lebih terpuaskan batinnya. “Tidak semua orang siap dengan konsekuensi ketika harus turun langsung untuk memberikan sedikit kemampuannya membantu orang lain,” sambung Bos Agung Sedayu Group ini.

Perlu diketahui, Sugianto merupakan satu dari ribuan relawan Tzu Chi yang juga sebagai pengusaha properti ternama di Indonesia. Aktivitasnya di dunia sosial sejak tahun 2002, telah banyak membawa kebaikan bagi dirinya dan orang lain.

Baginya aktif sebagai relawan jauh lebih bernilai dan menyenangkan, ketimbang harus selalu dipusingkan dengan urusan bisnis. “Disini saya nggak pusing memikirikan perusahaan, disini juga saya jauh lebih tenang, sebab melalui kegiatan ini dapat berbuat banyak untuk mensucikan hati manusia,” jelas Aguan.

Dia teringat bagaimana awalnya tertarik menjadi relawan di Yayasan Budha Tzu Chi. Tahun 2002, dimana Jakarta tengah mengalami bencana besar, hampir seluruh wilayah Jakarta terendam banjir.

“Bagaimana banjir membuat warga Jakarta menjadi susah. Rumah, sekolah, rumah sakit rusak, dan segala fasilitas masyarakat lannya ikut rusak. Tidak hanya materi, banjir juga menelan korban jiwa,” urainya.

Dari sanalah dia berfikir bagaimana caranya dapat membantu meringkan beban penderitaan yang dialami warga Jakarta pada saat itu.

Sebelum terjun, pria yang menjabat sebagai wakil ketua yayasan Budha Tzu Chi ini mencoba menemui Master Cheng Yen, pendiri Tzu Chi di Taiwan. Dia meminta nasehat bagaimana memperbaiki Jakarta yang sudah luluh lantah akibat banjir.

Dari Master Cheng Yen itu Aguan dapat petunjuk. Salah satunya melalui konsep 5P yakni pemompaan, pembersihan, penyemprotan, pengobatan dan perumahan. Dan langkah pertama yang ditempuh Sugianto Kusuma adalah membangun rumah susun, saat itu pertama kali di Cengkareng sebanyak 1100 unit.

Menariknya, masyarakat gratis menempati rumah tanpa dipungut biaya. “Mereka hanya membayar uang kebersihan sebesar Rp 90.000, setelah itu warga hanya tinggal merawat dan memelihara saja, dan tentunya tidak boleh dijual,” kata Aguan.

Selesai pembangunan di Cengkareng, kembali dilakukan pembangunan tahap dua di perkampungan nelayan Angke pada tahun 2006 sebanyak 600 rumah, menelan biaya sekitar Rp 80 miliar.

Tidak hanya itu. Bantuan lain seperti kesehatan, operasi katarak, pemberian beras 50 ribu ton untuk 2,4 juta kepala keluarga seluruh Indonesia pada tahun 2004 pun diberikan. Sugianto juga membangun sekolah-sekolah dengan biaya murah, rumah sakit dengan biaya murah yang berada di bawah naungan Budha Tzu Chi.

Pasca bencana tsunami Aceh banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, Tzu Chi bergegas untuk mendirikan rumah di wilayah tersebut diantaranya di Melaboh, Aceh Besar, dan Banda Aceh.

Sugianto percaya, membantu secara langsung akan jauh lebih baik ketimbang melalui perantara. Itulah yang kini kerap dilakukan Sugianto ditengah-tengah kesibukannya sebagai pengusaha.“Tidak hanya saya, semua relawan terjun langsung saat memberikan bantuan. Bahkan para relawan rela memanggul beras yang akan diserahkan ke warga, dan saat mereka mengucapkan terimakasih itulah kita akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa,” tutupnya. []

 


Komentar


Kepulauan Seribu - 5 menit yang lalu

Mensos: Psikolog dan Konselor Untuk Anak Ditambah

KEPULAUAN SERIBU, PJ – Psikolog dan konselor untuk membantu anak-anak korban Paedofilia telah ditambah oleh..
Jakarta Timur - 1 jam yang lalu

3 Mahasiswa Daki Tujuh Gunung Tertinggi Didunia, Promosikan Asian Games 2018

CAWANG, PJ – Perhelatan akbar Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang, tiga mahasiswa..
Nusantara - 2 jam yang lalu

Di Jabar, Kekerasan Seksual terhadap Anak Meningkat di Tahun 2017

CIREBON, PJ – Maraknya kasus paedofilia pada anak-anak akhir-akhir ini. Ketua Pusat Pelayanan Terpadu..
Bodetabek - 3 jam yang lalu

Pemkot Depok Tunggu Kebijakan Pusat, Tertibkan Ojek Online dan Angkot

DEPOK, PJ – Terkait aturan operasional ojek online dan angkutan kota (angkot). Wakil Wali Kota Depok, Pradi..
Bodetabek - 4 jam yang lalu

Segera Dikeluarkan Perwali Mengatur Kuota Ojek Online di Bogor

BOGOR, PJ – Pengaturan operasional ojek online di Bogor, diserahkan kepada Pemkot, sebab ojek online..
Jakarta Selatan - 5 jam yang lalu

Rekaman CCTV Diamankan Polisi untuk Uber Penembak di Semanggi

SEMANGGI, PJ – Lima rekaman CCTV diamankan polisi untuk memburu dan mengusut kasus penembakan yang terjadi di..
Bodetabek - 6 jam yang lalu

Menkominfo Minta PT Gojek Indonesia Untuk Melakukan Moratorium

BOGOR, PJ - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta PT Gojek Indonesia untuk melakukan moratorium atau..
Jakarta Selatan - 6 jam yang lalu

Tempat Berjualan Pedagang di Terminal Manggarai Ditata

MANGGARAI, PJ - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengubah tempat berjualan para pedagang di terminal..
Jakarta Barat - 6 jam yang lalu

Dua Penghuni Kos Terjaring Razia BNN Provinsi DKI

PALMERAH, PJ - Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi DKI Jakarta melakukan razia di kos-kosan Palmerah, Jakarta..
Jakarta Timur - 7 jam yang lalu

Cegah Penyakit, Pasar Burung Pramuka Disemprot Disinfektan

CAWANG, PJ – Mencegah timbulnya penyakit, khususnya flu burung petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan..
Lihat Semua

Close
Close




Indeks

Close
Close