Senin, 01 Mei 2017 WIB

Close

Sugianto Kusuma Lebih Tenang Mengabdi Untuk Misi Kemanusiaan

Oleh : Aqila Zafira | Rafi Adam | Rabu, 30 Nopember 2016 | 20:47 WIB



SEBAGAI pengusaha, hari-hari Sugianto awalnya banyak dihabiskan di kantor. Namun sejak bergabung di Yayasan Tzu Chi, waktunya justru dia curahkan untuk misi kemanusiaan.

“Bersama relawan, saya bisa lebih banyak berbuat baik kepada orang yang memang membutuhkan pertolongan,” ujar Aguan saat ditemui di kantor Yayasan Budha Tzu Chi, Gedung ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, Rabu (30/11/2016).

Bagi pria kelahiran Palembang ini, aktifitas di kegiatan sosial jauh lebih terpuaskan batinnya. “Tidak semua orang siap dengan konsekuensi ketika harus turun langsung untuk memberikan sedikit kemampuannya membantu orang lain,” sambung Bos Agung Sedayu Group ini.

Perlu diketahui, Sugianto merupakan satu dari ribuan relawan Tzu Chi yang juga sebagai pengusaha properti ternama di Indonesia. Aktivitasnya di dunia sosial sejak tahun 2002, telah banyak membawa kebaikan bagi dirinya dan orang lain.

Baginya aktif sebagai relawan jauh lebih bernilai dan menyenangkan, ketimbang harus selalu dipusingkan dengan urusan bisnis. “Disini saya nggak pusing memikirikan perusahaan, disini juga saya jauh lebih tenang, sebab melalui kegiatan ini dapat berbuat banyak untuk mensucikan hati manusia,” jelas Aguan.

Dia teringat bagaimana awalnya tertarik menjadi relawan di Yayasan Budha Tzu Chi. Tahun 2002, dimana Jakarta tengah mengalami bencana besar, hampir seluruh wilayah Jakarta terendam banjir.

“Bagaimana banjir membuat warga Jakarta menjadi susah. Rumah, sekolah, rumah sakit rusak, dan segala fasilitas masyarakat lannya ikut rusak. Tidak hanya materi, banjir juga menelan korban jiwa,” urainya.

Dari sanalah dia berfikir bagaimana caranya dapat membantu meringkan beban penderitaan yang dialami warga Jakarta pada saat itu.

Sebelum terjun, pria yang menjabat sebagai wakil ketua yayasan Budha Tzu Chi ini mencoba menemui Master Cheng Yen, pendiri Tzu Chi di Taiwan. Dia meminta nasehat bagaimana memperbaiki Jakarta yang sudah luluh lantah akibat banjir.

Dari Master Cheng Yen itu Aguan dapat petunjuk. Salah satunya melalui konsep 5P yakni pemompaan, pembersihan, penyemprotan, pengobatan dan perumahan. Dan langkah pertama yang ditempuh Sugianto Kusuma adalah membangun rumah susun, saat itu pertama kali di Cengkareng sebanyak 1100 unit.

Menariknya, masyarakat gratis menempati rumah tanpa dipungut biaya. “Mereka hanya membayar uang kebersihan sebesar Rp 90.000, setelah itu warga hanya tinggal merawat dan memelihara saja, dan tentunya tidak boleh dijual,” kata Aguan.

Selesai pembangunan di Cengkareng, kembali dilakukan pembangunan tahap dua di perkampungan nelayan Angke pada tahun 2006 sebanyak 600 rumah, menelan biaya sekitar Rp 80 miliar.

Tidak hanya itu. Bantuan lain seperti kesehatan, operasi katarak, pemberian beras 50 ribu ton untuk 2,4 juta kepala keluarga seluruh Indonesia pada tahun 2004 pun diberikan. Sugianto juga membangun sekolah-sekolah dengan biaya murah, rumah sakit dengan biaya murah yang berada di bawah naungan Budha Tzu Chi.

Pasca bencana tsunami Aceh banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, Tzu Chi bergegas untuk mendirikan rumah di wilayah tersebut diantaranya di Melaboh, Aceh Besar, dan Banda Aceh.

Sugianto percaya, membantu secara langsung akan jauh lebih baik ketimbang melalui perantara. Itulah yang kini kerap dilakukan Sugianto ditengah-tengah kesibukannya sebagai pengusaha.“Tidak hanya saya, semua relawan terjun langsung saat memberikan bantuan. Bahkan para relawan rela memanggul beras yang akan diserahkan ke warga, dan saat mereka mengucapkan terimakasih itulah kita akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa,” tutupnya. []

 


Komentar


Bodetabek - 20 menit yang lalu

Hasil Gelar Perkara, Iwa K Terancam Empat Tahun Penjara

TANGERANG, PJ - Penetapan status Iwa K sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti yakni hasil tes urin dan hasil..
Jakarta Pusat - 33 menit yang lalu

Polisi Menutup Jalan Istana Dengan Kawat Berduri

GAMBIR, PJ - Aparat Kepolisian telah menutup akses menuju Istana Presiden dengan menggunakan kawat berduri dilapisi..
Jakarta Pusat - 1 jam yang lalu

300 Massa Komite Aksi Perempuan Ikut Berdemo

GAMBIR, PJ - Beberapa komunitas serikat buruh yang berada di depan Patung Kuda dan Monumuen Nasional mengenakan baju..
Jakarta Timur - 1 jam yang lalu

Sandi : "Kartu Jakarta Jomblo" untuk Ajang Silaturahmi

CAWANG, PJ - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan segera meluncurkan program “Kartu Jakarta..
Jakarta Pusat - 1 jam yang lalu

KSPI Minta Presiden Jokowi Mau Menerima Langsung

GAMBIR, PJ - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indoneisa (KSPI) Said Iqbal mengatakan sebanyak 150 Ribu Buruh yang..
Nusantara - 1 jam yang lalu

Pesta Gay Party di Surabaya Dibubarkan Polisi, 14 Orang Diamankan

SURABAYA, PJ – Pesta seks kaum homoseksual atau gay party dibubarkan Kepolisian Resor Kota Surabaya,di sebuah..
Jakarta Selatan - 2 jam yang lalu

Usai Penetapan KPU DKI, Anies-Sandiaga Kunjungi 267 Kelurahan

KEBAYORAN BARU, PJ – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno berencana mengunjungi 267 kelurahan yang..
Jakarta Selatan - 3 jam yang lalu

Disiapkan Panggung Hiburan untuk Buruh di GBK

SENAYAN, PJ - Pemerintah menyiapkan sebuah panggung hiburan untuk menghibur buruh yang rencaananya akan melaksanakan..
Jakarta Utara - 3 jam yang lalu

RTH-RPTRA Kalijodo Bagai Magnet Menyedot Ribuan Pengunjung

PENJARINGAN, PJ - Marwadi (65) tertegun sejenak melihat pemandangan yang ada di depan matanya di Ruang Terbuka Hijau..
Jakarta Selatan - 4 jam yang lalu

Petunjuk Lalu Lintas di Jakarta Saat Unjuk Rasa Buruh “May Day"

SENAYAN, PJ - Selama May Day 1 Mei 2017, Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas pada akses jalan yang..
Lihat Semua

Close
Close



Indeks


Close
Close
Close