Minggu, 22 Januari 2017 WIB

Close

Sugianto Kusuma Lebih Tenang Mengabdi Untuk Misi Kemanusiaan

Oleh : Aqila Zafira | Rafi Adam | Rabu, 30 Nopember 2016 | 20:47 WIB



SEBAGAI pengusaha, hari-hari Sugianto awalnya banyak dihabiskan di kantor. Namun sejak bergabung di Yayasan Tzu Chi, waktunya justru dia curahkan untuk misi kemanusiaan.

“Bersama relawan, saya bisa lebih banyak berbuat baik kepada orang yang memang membutuhkan pertolongan,” ujar Aguan saat ditemui di kantor Yayasan Budha Tzu Chi, Gedung ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, Rabu (30/11/2016).

Bagi pria kelahiran Palembang ini, aktifitas di kegiatan sosial jauh lebih terpuaskan batinnya. “Tidak semua orang siap dengan konsekuensi ketika harus turun langsung untuk memberikan sedikit kemampuannya membantu orang lain,” sambung Bos Agung Sedayu Group ini.

Perlu diketahui, Sugianto merupakan satu dari ribuan relawan Tzu Chi yang juga sebagai pengusaha properti ternama di Indonesia. Aktivitasnya di dunia sosial sejak tahun 2002, telah banyak membawa kebaikan bagi dirinya dan orang lain.

Baginya aktif sebagai relawan jauh lebih bernilai dan menyenangkan, ketimbang harus selalu dipusingkan dengan urusan bisnis. “Disini saya nggak pusing memikirikan perusahaan, disini juga saya jauh lebih tenang, sebab melalui kegiatan ini dapat berbuat banyak untuk mensucikan hati manusia,” jelas Aguan.

Dia teringat bagaimana awalnya tertarik menjadi relawan di Yayasan Budha Tzu Chi. Tahun 2002, dimana Jakarta tengah mengalami bencana besar, hampir seluruh wilayah Jakarta terendam banjir.

“Bagaimana banjir membuat warga Jakarta menjadi susah. Rumah, sekolah, rumah sakit rusak, dan segala fasilitas masyarakat lannya ikut rusak. Tidak hanya materi, banjir juga menelan korban jiwa,” urainya.

Dari sanalah dia berfikir bagaimana caranya dapat membantu meringkan beban penderitaan yang dialami warga Jakarta pada saat itu.

Sebelum terjun, pria yang menjabat sebagai wakil ketua yayasan Budha Tzu Chi ini mencoba menemui Master Cheng Yen, pendiri Tzu Chi di Taiwan. Dia meminta nasehat bagaimana memperbaiki Jakarta yang sudah luluh lantah akibat banjir.

Dari Master Cheng Yen itu Aguan dapat petunjuk. Salah satunya melalui konsep 5P yakni pemompaan, pembersihan, penyemprotan, pengobatan dan perumahan. Dan langkah pertama yang ditempuh Sugianto Kusuma adalah membangun rumah susun, saat itu pertama kali di Cengkareng sebanyak 1100 unit.

Menariknya, masyarakat gratis menempati rumah tanpa dipungut biaya. “Mereka hanya membayar uang kebersihan sebesar Rp 90.000, setelah itu warga hanya tinggal merawat dan memelihara saja, dan tentunya tidak boleh dijual,” kata Aguan.

Selesai pembangunan di Cengkareng, kembali dilakukan pembangunan tahap dua di perkampungan nelayan Angke pada tahun 2006 sebanyak 600 rumah, menelan biaya sekitar Rp 80 miliar.

Tidak hanya itu. Bantuan lain seperti kesehatan, operasi katarak, pemberian beras 50 ribu ton untuk 2,4 juta kepala keluarga seluruh Indonesia pada tahun 2004 pun diberikan. Sugianto juga membangun sekolah-sekolah dengan biaya murah, rumah sakit dengan biaya murah yang berada di bawah naungan Budha Tzu Chi.

Pasca bencana tsunami Aceh banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, Tzu Chi bergegas untuk mendirikan rumah di wilayah tersebut diantaranya di Melaboh, Aceh Besar, dan Banda Aceh.

Sugianto percaya, membantu secara langsung akan jauh lebih baik ketimbang melalui perantara. Itulah yang kini kerap dilakukan Sugianto ditengah-tengah kesibukannya sebagai pengusaha.“Tidak hanya saya, semua relawan terjun langsung saat memberikan bantuan. Bahkan para relawan rela memanggul beras yang akan diserahkan ke warga, dan saat mereka mengucapkan terimakasih itulah kita akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa,” tutupnya. []

 


#Sugianto kusuma #Aguan #Yayasan budha

Komentar


Jakarta Pusat - 2 menit yang lalu

Transjakarta Symphoni Akan Hibur Penumpang di Halte Busway

GAMBIR, PJ – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono akan memberikan kesempatan pengamen jalanan..
Jakarta Pusat - 1 jam yang lalu

Simulasi Pencoblosan Pilkada DKI di Pulau Seribu

SENEN, PJ - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta akan menggelar simulasi pencoblosan surat suara Pemilihan Kepala..
Jakarta Utara - 2 jam yang lalu

Malam Mingguan Bareng Ahok Nobar Film Soekarno

KELAPA GADING,PJ – Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama (Ahok) menonton film Soekarno..
Balaikota - 3 jam yang lalu

Sumarsono: Tahun Ini Kuota Umrah Marbut di Tambah

KOJA, PJ - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada tahun ini berencana menambah jumlah kuota ibadah umrah..
Jakarta Timur - 4 jam yang lalu

Ke Arab Saudi, BNPT Perkaya Ilmu Deradikalisasi

CAWANG,PJ - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH melakukan..
Jakarta Pusat - 4 jam yang lalu

Program Pemberantasan Narkoba di Sisipkan Dalam Debat Cagub DKI

MENTENG,PJ – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta Sumarno mengatakan, program pemberantasan..
Jakarta Pusat - 5 jam yang lalu

Moderator Debat Kedua Cagub-Cawagub DKI Belum Ditentukan

CIKINI, PJ - KPU DKI Jakarta hingga saat ini masih menggodok nama moderator yang akan memandu jalannya debat kedua..
Jakarta Pusat - 6 jam yang lalu

Debat Cagub-Cawagub DKI Babak Kedua Ditambah Menjadi 120 Menit

CIKINI, PJ - Durasi debat valon gubernru dan calon wakil gubernur DKI Jakarta babak kedua tanggal 27 Januari 2017..
Bodetabek - 7 jam yang lalu

Mensos Apresiasi Polisi Ungkap Prostitusi Online di Bekasi

BEKASI, PJ - Menteri Sosial, Khofifah Indarparawansa menanggapi pengungkapan kasus prostitusi online yang dilakukan..
Balaikota - 8 jam yang lalu

Pemprov DKI Bahas Usulan Revisi UU nomor 29 tahun 2007

BALAIKOTA, PJ - Usulan revisi undang-undang nomor 29 tahun 2007 tentang Pemprov DKI Jakarta sebagai Daerah Khusus..
Lihat Semua

Close
Close




Indeks

Close
Close