Senin, 26 Juni 2017 WIB

Close
Close

Sugianto Kusuma Lebih Tenang Mengabdi Untuk Misi Kemanusiaan

Oleh : Aqila Zafira | Rafi Adam | Rabu, 30 Nopember 2016 | 20:47 WIB



SEBAGAI pengusaha, hari-hari Sugianto awalnya banyak dihabiskan di kantor. Namun sejak bergabung di Yayasan Tzu Chi, waktunya justru dia curahkan untuk misi kemanusiaan.

“Bersama relawan, saya bisa lebih banyak berbuat baik kepada orang yang memang membutuhkan pertolongan,” ujar Aguan saat ditemui di kantor Yayasan Budha Tzu Chi, Gedung ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, Rabu (30/11/2016).

Bagi pria kelahiran Palembang ini, aktifitas di kegiatan sosial jauh lebih terpuaskan batinnya. “Tidak semua orang siap dengan konsekuensi ketika harus turun langsung untuk memberikan sedikit kemampuannya membantu orang lain,” sambung Bos Agung Sedayu Group ini.

Perlu diketahui, Sugianto merupakan satu dari ribuan relawan Tzu Chi yang juga sebagai pengusaha properti ternama di Indonesia. Aktivitasnya di dunia sosial sejak tahun 2002, telah banyak membawa kebaikan bagi dirinya dan orang lain.

Baginya aktif sebagai relawan jauh lebih bernilai dan menyenangkan, ketimbang harus selalu dipusingkan dengan urusan bisnis. “Disini saya nggak pusing memikirikan perusahaan, disini juga saya jauh lebih tenang, sebab melalui kegiatan ini dapat berbuat banyak untuk mensucikan hati manusia,” jelas Aguan.

Dia teringat bagaimana awalnya tertarik menjadi relawan di Yayasan Budha Tzu Chi. Tahun 2002, dimana Jakarta tengah mengalami bencana besar, hampir seluruh wilayah Jakarta terendam banjir.

“Bagaimana banjir membuat warga Jakarta menjadi susah. Rumah, sekolah, rumah sakit rusak, dan segala fasilitas masyarakat lannya ikut rusak. Tidak hanya materi, banjir juga menelan korban jiwa,” urainya.

Dari sanalah dia berfikir bagaimana caranya dapat membantu meringkan beban penderitaan yang dialami warga Jakarta pada saat itu.

Sebelum terjun, pria yang menjabat sebagai wakil ketua yayasan Budha Tzu Chi ini mencoba menemui Master Cheng Yen, pendiri Tzu Chi di Taiwan. Dia meminta nasehat bagaimana memperbaiki Jakarta yang sudah luluh lantah akibat banjir.

Dari Master Cheng Yen itu Aguan dapat petunjuk. Salah satunya melalui konsep 5P yakni pemompaan, pembersihan, penyemprotan, pengobatan dan perumahan. Dan langkah pertama yang ditempuh Sugianto Kusuma adalah membangun rumah susun, saat itu pertama kali di Cengkareng sebanyak 1100 unit.

Menariknya, masyarakat gratis menempati rumah tanpa dipungut biaya. “Mereka hanya membayar uang kebersihan sebesar Rp 90.000, setelah itu warga hanya tinggal merawat dan memelihara saja, dan tentunya tidak boleh dijual,” kata Aguan.

Selesai pembangunan di Cengkareng, kembali dilakukan pembangunan tahap dua di perkampungan nelayan Angke pada tahun 2006 sebanyak 600 rumah, menelan biaya sekitar Rp 80 miliar.

Tidak hanya itu. Bantuan lain seperti kesehatan, operasi katarak, pemberian beras 50 ribu ton untuk 2,4 juta kepala keluarga seluruh Indonesia pada tahun 2004 pun diberikan. Sugianto juga membangun sekolah-sekolah dengan biaya murah, rumah sakit dengan biaya murah yang berada di bawah naungan Budha Tzu Chi.

Pasca bencana tsunami Aceh banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, Tzu Chi bergegas untuk mendirikan rumah di wilayah tersebut diantaranya di Melaboh, Aceh Besar, dan Banda Aceh.

Sugianto percaya, membantu secara langsung akan jauh lebih baik ketimbang melalui perantara. Itulah yang kini kerap dilakukan Sugianto ditengah-tengah kesibukannya sebagai pengusaha.“Tidak hanya saya, semua relawan terjun langsung saat memberikan bantuan. Bahkan para relawan rela memanggul beras yang akan diserahkan ke warga, dan saat mereka mengucapkan terimakasih itulah kita akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa,” tutupnya. []

 


Komentar


Jakarta Timur - 47 menit yang lalu

Bukti Toleransi Beragama, Ribuan Warga Jatinegara Salat Idul Fitri di Jalan Raya Depan Gereja

JATINEGARA, PJ – Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah ditetapkan pemerintah jatuh pada Minggu, 25 Juni 2017. Umat..
Jakarta Selatan - 1 jam yang lalu

Operasi Ramadniya, Ribuan Pengendara Kena Tilang

SEMANGGI, PJ - Operasi Ramadniya yang digelar tahun ini, 19-25 Juni 2017, menilang 8.132 kendaraan dan 4.463 lainnya..
Jakarta Timur - 2 jam yang lalu

Menhub dan Menteri PUPR, Makan Nasi Kebuli Bersama Sopir Bus di Kampung Rambutan

KAMPUNG RAMBUTAN, PJ - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat..
Bodetabek - 3 jam yang lalu

H+1 Lebaran, Antrean di Gerbang Tol Ciawi Mengular Hingga 4 Km

BOGOR, PJ – Hari kedua lebaran atau H+1, masyarakat memanfaatkan liburan panjang ke kawasan puncak, Bogor,..
Nusantara - 4 jam yang lalu

Lebaran Hari Kedua, Tol Bekasi - Cikampek Padat Merayap, Contraflow Diterapkan

CIKARANG, PJ – Tol Jakarta – Cikampek kembali macet dikarenakan tingginya volume lalu lintas kendaraan...
Jakarta Selatan - 4 jam yang lalu

Kualitas dan Kuantitas Kecelakaan Arus Mudik 2017 Menurun

KEBAYORAN BARU, PJ – Angka kecelakaan arus mudik Lebaran Idul Fitri tahun 2017 menurun, dilihat dari kuantitas..
Jakarta Pusat - 5 jam yang lalu

Tak Ada Operasi Yustisi, Dilakukan Program Bina Kependudukan

BALAI KOTA, PJ – Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta tidak menggelar operasi yustisi untuk menjaring dan memulangkan..
Jakarta Selatan - 7 jam yang lalu

Sandiaga : Datanglah Ke Jakarta dengan Keahlian untuk Bekerja

KEBAYORAN BARU, PJ - Wakil gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno mengatakan sah-sah saja warga daerah datang ke..
Jakarta Pusat - 8 jam yang lalu

Hari Ini Jabodetabek Berpotensi Dilanda Hujan Disertai Petir

KEMAYORAN, PJ – Hari ini, 26 Juni 2017, BMKG memperingatkan adanya potensi hujan disertai kilat/petir dengan..
Jakarta Barat - 9 jam yang lalu

Lebaran Hari Pertama RPTRA Kalijodo Ramai Dikujungi Warga

TAMBORA, PJ – Memanfaatkan hari pertama libur Lebaran 2017, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo,..
Lihat Semua

Close
Close
Close




Indeks

Close
Close
Close