Kamis, 29 Juni 2017 WIB

Close
Close

Dakwaan Hakim Tidak Benar, Sanip Hanya Ingin Menyampaikan Aspirasi

Otto Ismail | Selasa, 13 Desember 2016 | 12:52 WIB


Naman Sanip di ruang sidang Kusuma Atmaja di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (13/12/2016). (Foto/Ist)

PALMERAH, PJ - Naman Sanip membantah melakukan pengadangan saat calon wakil gubernur DKI DKI Djarot Saiful Hidayat berkampanye di kawasan Kembangan Utara pada 9 November 2016.

Hal itu dikatakan Abdul Hari, kuasa hukum Naman, di persidangan yang mengagendakan pembacaan surat dakwaan, eksepsi dan mendengarkan keterangan sejumlah saksi, termasuk Djarot.

Abdul Hari mengatakan, dakwaan yang disampaikan Hakim Ketua Masrizal tidak benar. Ia menjelaskan, Sanip hanya ingin menyampaikan aspirasinya. "Dia ingin menyampaikan aspirasi. Menurut keyakinannya, Ahok menistakan agama," kata Haris di Ruang sidang Kusuma Atmaja di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (13/12/2016).

Haris mengatakan, kliennya hanya ingin membela agama yang dianut. Dirinya tidak pernah mengumpulkan massa. Setelah berkumpul, Ahok tidak kunjung datang.

 "Yang datang malah Djarot. Ustad Naman bukan pemimpin demo. Dia bukan pemimpin penolakan. Dia hanya ada di dalam rombongan," kata Abdul Hari.

Haris menyebut pertemuan Djarot dengan Naman tidak disengaja. Secara kebetulan, Naman berada paling dekat dengan cawagub nomer urut dua itu.

"Jadi mengajukan keberatan?" tanya Ketua Hakim Masrizal pada Pengacara Naman.

"Iya kami akan mengajukan keberatan. Kami minta waktu," jawab Haris. Sidang akan dilanjutkan besok, Rabu (14/12), pukul 9.00 WIB dengan agenda pembacaan eksepsi.

Sidang kasus pengadangan Djarot di Kembangan Utara yang digelar hari ini merupakan sidang pertama. Sidang pertama beragendakan pembacaan surat dakwaan, eksepsi, dan mendengarkan keterangan sejumlah saksi, termasuk Djarot.

Sidang kasus pengadangan yang dialami Djarot akan dilangsungkan secara maraton selama tujuh hari sebagaimana diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Naman dijerat Pasal 187 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Dalam Pasal 187 ayat 4 disebutkan, tiap orang yang menghalangi jalannya kampanye dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu bulan atau paling lama enam bulan atau denda paling sedikit Rp 600.000 atau paling banyak Rp6 juta.


Komentar


Bodetabek - 2 menit yang lalu

Sudah Berakhir, Kunjungan Khusus Idul Fitri di Lapas Cikarang

BEKASI, PJ - Kunjungan khusus bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 3 Cikarang di Jalan..
Jakarta Timur - 1 jam yang lalu

Dikeluarkan Surat Edaran Kemenhub: Truk Beroperasi 3 Juli 2017

CAWANG, PJ – Truk pengangkut barang yang seyogianya mulai beroperasi tanggal 30 Juni 2017, ditunda menjadi..
Jakarta Timur - 2 jam yang lalu

Kualitas Udara Jakarta Membaik Ditinggal Mudik Warganya

CAWANG, PJ – Kualitas udara di Jakarta sepekan terakhir membaik, saat banyak warga Jakarta mudik ke kampung..
Jakarta Selatan - 2 jam yang lalu

Antisipasi Macet, Kakorlantas Berharap Truk Beroperasi Usai Arus Balik

KEBAYORAN BARU, PJ – Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa berharap para pengusaha baru mengoperasikan angkutan..
Jakarta Utara - 3 jam yang lalu

Empat Preman Pemalak Sopir Taksi Online di Ancol Diringkus Tim Tiger

PADEMANGAN, PJ – Libur Lebaran membuat tempat-tempat wisata di Jakarta membludak dijungjungi wisatawan,..
Jakarta Timur - 4 jam yang lalu

Dishub Siagakan Petugas dan Mobil Derek Atur Lalu Lintas di Lokasi Wisata

CAWANG, PJ - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiagakan 500 petugas di sejumlah tujuan wisata di wilayah..
Jakarta Timur - 5 jam yang lalu

Mengantisipasi Arus Balik, Menhub Minta Truk Beroperasi 3 Juli 2017

CAWANG, PJ - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sedang dikoordinasikan agar operasional truk di jalan..
Jakarta Pusat - 6 jam yang lalu

Hari Ini Jabodetabek Dilanda Hujan Antara Siang Hingga Malam

KEMAYORAN, PJ – BMKG hari ini Kamis 29 Juni 2017, memberi peringatan adanya potensi hujan disertai kilat/petir..
Kongkow - 7 jam yang lalu

Homey Cafe Tempat Tongkrongan Murmer Anak Muda-Mudi

CIRACAS, PJ - Bepergian ke pusat kota tentunya bagi yang berada di timur Jakarta, membutuhkan waktu yang cukup lama..
Nusantara - 8 jam yang lalu

Saat Arus Balik Mudik, Jika Tol Cikampek Macet Exit GT Cikarang Utama Gratis

CIKARANG, PJ – Beberapa pemudik sudah mulai kembali ke Jakarta menjelang Libur Lebaran yang berakhir tinggal..
Lihat Semua

Close
Close
Close




Indeks

Close
Close
Close