Sabtu, 21 Januari 2017 WIB

Close

Dakwaan Hakim Tidak Benar, Sanip Hanya Ingin Menyampaikan Aspirasi

Otto Ismail | Selasa, 13 Desember 2016 | 12:52 WIB


Naman Sanip di ruang sidang Kusuma Atmaja di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (13/12/2016). (Foto/Ist)

PALMERAH, PJ - Naman Sanip membantah melakukan pengadangan saat calon wakil gubernur DKI DKI Djarot Saiful Hidayat berkampanye di kawasan Kembangan Utara pada 9 November 2016.

Hal itu dikatakan Abdul Hari, kuasa hukum Naman, di persidangan yang mengagendakan pembacaan surat dakwaan, eksepsi dan mendengarkan keterangan sejumlah saksi, termasuk Djarot.

Abdul Hari mengatakan, dakwaan yang disampaikan Hakim Ketua Masrizal tidak benar. Ia menjelaskan, Sanip hanya ingin menyampaikan aspirasinya. "Dia ingin menyampaikan aspirasi. Menurut keyakinannya, Ahok menistakan agama," kata Haris di Ruang sidang Kusuma Atmaja di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (13/12/2016).

Haris mengatakan, kliennya hanya ingin membela agama yang dianut. Dirinya tidak pernah mengumpulkan massa. Setelah berkumpul, Ahok tidak kunjung datang.

 "Yang datang malah Djarot. Ustad Naman bukan pemimpin demo. Dia bukan pemimpin penolakan. Dia hanya ada di dalam rombongan," kata Abdul Hari.

Haris menyebut pertemuan Djarot dengan Naman tidak disengaja. Secara kebetulan, Naman berada paling dekat dengan cawagub nomer urut dua itu.

"Jadi mengajukan keberatan?" tanya Ketua Hakim Masrizal pada Pengacara Naman.

"Iya kami akan mengajukan keberatan. Kami minta waktu," jawab Haris. Sidang akan dilanjutkan besok, Rabu (14/12), pukul 9.00 WIB dengan agenda pembacaan eksepsi.

Sidang kasus pengadangan Djarot di Kembangan Utara yang digelar hari ini merupakan sidang pertama. Sidang pertama beragendakan pembacaan surat dakwaan, eksepsi, dan mendengarkan keterangan sejumlah saksi, termasuk Djarot.

Sidang kasus pengadangan yang dialami Djarot akan dilangsungkan secara maraton selama tujuh hari sebagaimana diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Naman dijerat Pasal 187 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Dalam Pasal 187 ayat 4 disebutkan, tiap orang yang menghalangi jalannya kampanye dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu bulan atau paling lama enam bulan atau denda paling sedikit Rp 600.000 atau paling banyak Rp6 juta.


#Dakwaan Hakim Tidak Benar #Sanip Hanya Ingin Menyampaikan Aspirasi

Komentar


Jakarta Timur - 37 menit yang lalu

Pemkot Jaktim Lakukan Normalisasi Saluran Penghubung di Duren Sawit

DUREN SAWIT, PJ - Pemkot Jakarta Timur melakukan normalisasi saluran penghubung (PHB) Tegal Amba, Kecamatan Duren..
Balaikota - 1 jam yang lalu

Pemprov DKI Masih Tunggu Hasil Penyelidikan Kebakaran Pasar Senen

BALAIKOTA, PJ - Kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab terbakarnya ribuan kios di Blok I dan II..
Kepulauan Seribu - 2 jam yang lalu

Satuan Brigade Pramuka Kepulauan Seribu Dilatih Water Rescue

KEPULAUAN SERIBU, PJ - Latihan gabungan pertolongan pertama di air (water rescue) akan digelar Gerakan Pramuka..
Jakarta Pusat - 3 jam yang lalu

Pemprov DKI Pastikan Akan Revitalisasi Gedung Pasar Senen

SENEN, PJ - Revitalisasi Blok I dan II Pasar Senen, Senen, Jakarta Pusat yang dilanda kebakaran akan segera dilakukan..
Jakarta Pusat - 4 jam yang lalu

Ratusan Pedagang Pasar Senen Daftar Relokasi

SENEN, PJ - Pendaftaran relokasi sementara untuk korban kebakaran pasar Senen dibuka Jumat, (20/1/2017). Ratusan..
Jakarta Selatan - 5 jam yang lalu

Di Acara Syukuran Fayakhun Ajak Ahok Tonton Roda gila

KEBAYORAN BARU, PJ – Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi menggelar syukuran dilapangan Blok..
Bodetabek - 6 jam yang lalu

2 SMPN Akan di Bangun Oleh Pemkot Depok Tahun Ini

DEPOK, PJ – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tahun ini berencana membuka dua sekolah menengah pertama (SMP)..
Jakarta Pusat - 7 jam yang lalu

Hasto : Pimpinan DPRD PDI Perjuangan se-Indonesia Siap Menangkan Ahok - Djarot

MENTENG, PJ – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) terus melakukan konsolidasi dengan..
Arena - 8 jam yang lalu

Luis Milla Resmi Terpilih Melatih Timnas Indonesia

KUNINGAN, PJ – Luis Milla akhirnya terpilih secara resmi untuk menukangi Timnas Indonesia. Pelatih asal Spanyol..
Arena - 9 jam yang lalu

Tugas Berat Ricky Yacobi Di PSSI, Tangani Pemain Usia Dini Untuk Bekal Ke Timnas

SETIABUDI, PJ - Ricky Yacobi kini lebih banyak sumringah. Padahal, mantan kapten Timnas Indonesia di pentas sepakbola..
Lihat Semua

Close
Close




Indeks

Close
Close