Senin, 27 Maret 2017 WIB

Close

Dakwaan Hakim Tidak Benar, Sanip Hanya Ingin Menyampaikan Aspirasi

Otto Ismail | Selasa, 13 Desember 2016 | 12:52 WIB


Naman Sanip di ruang sidang Kusuma Atmaja di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (13/12/2016). (Foto/Ist)

PALMERAH, PJ - Naman Sanip membantah melakukan pengadangan saat calon wakil gubernur DKI DKI Djarot Saiful Hidayat berkampanye di kawasan Kembangan Utara pada 9 November 2016.

Hal itu dikatakan Abdul Hari, kuasa hukum Naman, di persidangan yang mengagendakan pembacaan surat dakwaan, eksepsi dan mendengarkan keterangan sejumlah saksi, termasuk Djarot.

Abdul Hari mengatakan, dakwaan yang disampaikan Hakim Ketua Masrizal tidak benar. Ia menjelaskan, Sanip hanya ingin menyampaikan aspirasinya. "Dia ingin menyampaikan aspirasi. Menurut keyakinannya, Ahok menistakan agama," kata Haris di Ruang sidang Kusuma Atmaja di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (13/12/2016).

Haris mengatakan, kliennya hanya ingin membela agama yang dianut. Dirinya tidak pernah mengumpulkan massa. Setelah berkumpul, Ahok tidak kunjung datang.

 "Yang datang malah Djarot. Ustad Naman bukan pemimpin demo. Dia bukan pemimpin penolakan. Dia hanya ada di dalam rombongan," kata Abdul Hari.

Haris menyebut pertemuan Djarot dengan Naman tidak disengaja. Secara kebetulan, Naman berada paling dekat dengan cawagub nomer urut dua itu.

"Jadi mengajukan keberatan?" tanya Ketua Hakim Masrizal pada Pengacara Naman.

"Iya kami akan mengajukan keberatan. Kami minta waktu," jawab Haris. Sidang akan dilanjutkan besok, Rabu (14/12), pukul 9.00 WIB dengan agenda pembacaan eksepsi.

Sidang kasus pengadangan Djarot di Kembangan Utara yang digelar hari ini merupakan sidang pertama. Sidang pertama beragendakan pembacaan surat dakwaan, eksepsi, dan mendengarkan keterangan sejumlah saksi, termasuk Djarot.

Sidang kasus pengadangan yang dialami Djarot akan dilangsungkan secara maraton selama tujuh hari sebagaimana diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Naman dijerat Pasal 187 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Dalam Pasal 187 ayat 4 disebutkan, tiap orang yang menghalangi jalannya kampanye dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu bulan atau paling lama enam bulan atau denda paling sedikit Rp 600.000 atau paling banyak Rp6 juta.


Komentar


22 menit yang lalu

Organisasi Banteng Muda Indonesia Gelar Pasar Murah

MENTENG, PJ - Isu SARA yang menyerang pasangan cagub dan cawagub nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot..
Jakarta Pusat - 4 jam yang lalu

Revisi Permen 32 Menjadi Legitimasi Taksi Online

GAMBIR, PJ - Revisi Peraturan Menteri (PM) 32 Tahun 2016 yang dilakukan Pemerintah tentang Angkutan Orang Dengan..
Bodetabek - 5 jam yang lalu

Tiket KA Mudik Jurusan Jateng & Jatim Ludes Dalam Hitungan Menit

BEKASI, PJ - Penjualan tiket Kereta Api yang dibuka secara online diserbu masyarakat dalam hitungan menit. Tiket..
Jakarta Timur - 5 jam yang lalu

Agung Laksono Programnya Ahok Ini Sangat Islami, Pro Pada Islam

CIPINANG CEMPEDAK, PJ - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar (PG) Agung Laksono menggelar pengajian di kediamannya di..
Jakarta Pusat - 6 jam yang lalu

Djarot : Islam Sejuk Penuh Kasih Sayang, Merangkul Bukan Memukul

GAMBIR, PJ - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menegaskan bahwa Islam yang rahmatan lilalamin..
Balaikota - 6 jam yang lalu

Revisi Permenhub, Angkutan Online di Jakarta Harus Pakai Tanda Khusus

BALAIKOTA, PJ - Revisi Peraturan Menteri Perhubungan terkait transportasi berbasis aplikasi online adalah momentum..
Jakarta Selatan - 7 jam yang lalu

Ganjar: Pemprov DKI Berencana Beli Bawang Merah Petani di Jateng

KEBAYORAN BARU, PJ – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan, Pemrintah Provinsi (Pemprov) DKI..
Jakarta Timur - 8 jam yang lalu

Jusuf Kalla : Wisma Atlet Kemayoran Akan Diwariskan ke Masyarakat

CAWANG, PJ – Wisma Atlet Kemayoran yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 mendatang,di Jakarta. Nantinya..
Bodetabek - 8 jam yang lalu

Satu Suporter Persita Tewas Akibat Bentrokan

TANGERANG, PJ - Keributan massa suporter sepakbola pecah bahkan merenggut korban jiwa berlangsung di Jalan KH. Hasyim..
Jakarta Timur - 9 jam yang lalu

Ahok: Menshalatkan Jenazah Karena Panggilan dan Wajib Hukumnya

CIPINANG, PJ - Kabar penolakan mensalatan jenazah pendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat kembali..
Lihat Semua

Close
Close




Indeks

Close
Close