Minggu, 30 April 2017 WIB

Close

Pembunuhan Sadis di Pulomas, Sejumlah Saksi Diperiksa

Mike Wangge | Selasa, 27 Desember 2016 | 22:22 WIB


Korbanr Dodi Triono (59), kedua putrinya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9) (Foto/Ist)

PULOMAS, PJ – Kepolisian Polda Metro Jaya masih mendalami kasus pembunuhan yang menewaskan enam korban (termasuk pemilik rumah), dan melukai lima lainnya yang terjadi di sebuah rumah mewah Jl Pulomas Utara No 7A, Pulogadung, Jakarta Timur pada Selasa (27/12/2016)

Keenam korban yang tewas adalah pemilik rumah Ir Dodi Triono (59),  kedua putrinya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9); Amel, teman Gemma, serta dua sopir bernama Yanto dan Tasrok.

Selain itu ada lima korban luka yang saat ini masih dirawat secara intensif di rumah sakit  Kartika Pulomas. Mereka adalah Emi (41); Zanette Kalila Azaria (13); Santi (22), beralamat di Lengkong, Sukabumi (pembantu); Fitriani (23), beralamat di Kebumen; serta Windy (23), beralamat di Banjarnegara.

Seluruh korban termasuk lima yang masih hidup ini ditemukan dalam keadaan mengenaskan dimasukkan ke dalam  sebuah kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter dalam keadaan terkunci dari luar.

Berdasarkan keterangan para saksi mata menyebutkan peristiwa pembnuhan sadis ini sebenarnya sudah terjadi sejak Senin (26/12/2016) petang sekitar pukul 15.00 wib.  Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan kepada awak media mengatakan saat itu, salah satu sopir  korban bernama Yanto hendak keluar dari rumah mewah tersebut dengan membawa mobil.

Salah satu pembantu korban yang masih hidup, kata Hendry,  mengatakan  melihat Yanto tengah mengeluarkan mobil. Baru buka pagar, tidak lama datang tiga pelaku. Salah satu di antaranya  dengan membawa sepucuk senjata api. Dia langsung mengarahkan moncong senjata api ke arah Yanto. Pelaku yang satu membawa golok, yang lainnya ikut merangsek masuk ke dalam rumah.

Sejak ketiga pelaku masuk itu sekitar pukul 15.00 wib Senin kemarin, baru diketahui  pada  Selasa (27/12/2016) atau sekitar 17 jam kemudian. Pada pukul 08.00 wib tersebut saksi lain bernama Lutfi (28) mengisahkan tentang awal dia menemukan mayat-mayat yang bertumpukkan di  kamar mandi.

Itu karena pada jam tersebut Lutfi (security korban) yang sedang menjaga di rumah korban yang lain dalam kompleks rumah mewah tersebut. Waktu itu dia lihat pintu sudah terbuka. Dia langsung masuk ke dalam. Heran, kok tidak ada orang, semua diam. Dia periksa semua sudut rumah dan di kamar mandi. Lutfi langsung berteriak minta tolong karena ada ceceran darah di luar kamar mandi dalam keadaan terkunci. Seluruh warga datang masuk dalam rumah tersebut.

"Saya dobrak pintu, pas saya lihat sudah tertumpuk semuanya, di ruangan yang cuma beberapa meter ukurannya di kamar mandi pembantu di lantai 1," ujarnya.

Lutfi melihat ada darah di dada sebelah kanan Dodi. Sementara yang lainnya tampak ada luka kulit yang terkelupas di tangan dengan wajah yang kebiruan.

"Saya lihat kalau Pak Dodi ada darahnya di dada sebelah kanan," ujarnya.

Saksi mata lain adalah Gani, seorang Ketua RW setempat. Gani bercerita bagaimana dia mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan 11 korban yang disekap secara bersamaan.

"Sebelas orang korban semua ditumpuk di kamar mandi. Tengkurap yang hidup sama yang meninggal," Gani saat ditemui di lokasi, Jalan Pulomas Utara No 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016).

Menurut Gani, 6 orang yang tewas semuanya mengalami luka tusuk. Dia juga menceritakan bagaimana anak Dodi, Viona dalam keadaan telanjang dan berdarah-darah.

"Yang meninggal 6, lukanya tusukan semua. Saya langsung lemas. Saya lihat anaknya perempuan, Viona, ada darah semua, ditelanjangin," tutur Gani. HIngga kini polisi masih memeriksa sejumlah saksi termasuk istri korban yang pada saat kejadian tidak berada di rumah.


Komentar


Arena - 11 menit yang lalu

Forum Cabor se DKI Sesalkan Musorprov Abaikan Saran Gubernur DKI

KEBAYORAN BARU, PJ - Forum Cabor seluruh DKI Jakarta sesalkan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang..
Jakarta Selatan - 1 jam yang lalu

Malam Final Abnon Jaksel, Melvin dan Karina Terpilih Jadi Abnon Jaksel 2017

SETIABUDI, PJ – Malam final pemilihan Abang None (Abnon) Jakarta Selatan tahun 2017, di selenggrakan di Balai..
Jakarta Pusat - 2 jam yang lalu

Sumarno: Partisipasi Pemilih Pilkada DKI Putaran Kedua di Kep.Seribu Tertinggi

GAMBIR, PJ – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Sumarno mengatakan, partisipasi pemilih di..
Jakarta Pusat - 3 jam yang lalu

PKB Siapkan 3 Kader Untuk Maju di Pilkada Jabar 2018

MENTENG, PJ - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, saat ini sedang berunding..
Jakarta Pusat - 4 jam yang lalu

Tingkat Partisipasi Pemilih di Pilkada DKI Meningkat 78 persen

GAMBIR, PJ - Data real count yang ada di situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), tercatat ada 5.661.895 suara yang..
Jakarta Pusat - 6 jam yang lalu

Sumarsono: Bila Tidak Ada Gugatan ke MK, KPU DKI Tetapkan Gubernur Terpilih 5 Mei 2017

GAMBIR, PJ – Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyied Baswedan dan Sandiaga Salahudi Uno mengungguli..
Kepulauan Seribu - 7 jam yang lalu

Sudinkominfotik Kep.Seribu Uji Coba Penggunaan Telepon Digital

KEPULAUAN SERIBU, PJ – Guna memenuhi kebutuhan telekomunikasi di Kepulauan Seribu. Penggunaan telepon digital..
Jakarta Utara - 8 jam yang lalu

Panitia & Peserta 'Porosjakarta Kalijodo Kreatif Festival 2017' Lakukan Aksi Pungut Sampah

PENJARINGAN, PJ – Guna menjaga keindahan dan kebersihan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo. Panitia dan..
Jakarta Timur - 11 jam yang lalu

369 Kasus Peristiwa Kebakaran Terjadi di Ibukota Periode Januari-April

CAWANG, PJ - Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Subejo menuturkan, kasus..
Jakarta Utara - 13 jam yang lalu

Wagub DKI: May Day Momentum Untuk Tingkatkan Produktivitas Kerja

CILINCING, PJ – Kinerja para buruh selama ini telah luar biasa karena mampu menunjukan kemampuan dengan baik..
Lihat Semua

Close
Close



Indeks


Close
Close
Close