Minggu, 26 Maret 2017 WIB

Close

Pembunuhan Sadis di Pulomas, Sejumlah Saksi Diperiksa

Mike Wangge | Selasa, 27 Desember 2016 | 22:22 WIB


Korbanr Dodi Triono (59), kedua putrinya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9) (Foto/Ist)

PULOMAS, PJ – Kepolisian Polda Metro Jaya masih mendalami kasus pembunuhan yang menewaskan enam korban (termasuk pemilik rumah), dan melukai lima lainnya yang terjadi di sebuah rumah mewah Jl Pulomas Utara No 7A, Pulogadung, Jakarta Timur pada Selasa (27/12/2016)

Keenam korban yang tewas adalah pemilik rumah Ir Dodi Triono (59),  kedua putrinya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9); Amel, teman Gemma, serta dua sopir bernama Yanto dan Tasrok.

Selain itu ada lima korban luka yang saat ini masih dirawat secara intensif di rumah sakit  Kartika Pulomas. Mereka adalah Emi (41); Zanette Kalila Azaria (13); Santi (22), beralamat di Lengkong, Sukabumi (pembantu); Fitriani (23), beralamat di Kebumen; serta Windy (23), beralamat di Banjarnegara.

Seluruh korban termasuk lima yang masih hidup ini ditemukan dalam keadaan mengenaskan dimasukkan ke dalam  sebuah kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter dalam keadaan terkunci dari luar.

Berdasarkan keterangan para saksi mata menyebutkan peristiwa pembnuhan sadis ini sebenarnya sudah terjadi sejak Senin (26/12/2016) petang sekitar pukul 15.00 wib.  Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan kepada awak media mengatakan saat itu, salah satu sopir  korban bernama Yanto hendak keluar dari rumah mewah tersebut dengan membawa mobil.

Salah satu pembantu korban yang masih hidup, kata Hendry,  mengatakan  melihat Yanto tengah mengeluarkan mobil. Baru buka pagar, tidak lama datang tiga pelaku. Salah satu di antaranya  dengan membawa sepucuk senjata api. Dia langsung mengarahkan moncong senjata api ke arah Yanto. Pelaku yang satu membawa golok, yang lainnya ikut merangsek masuk ke dalam rumah.

Sejak ketiga pelaku masuk itu sekitar pukul 15.00 wib Senin kemarin, baru diketahui  pada  Selasa (27/12/2016) atau sekitar 17 jam kemudian. Pada pukul 08.00 wib tersebut saksi lain bernama Lutfi (28) mengisahkan tentang awal dia menemukan mayat-mayat yang bertumpukkan di  kamar mandi.

Itu karena pada jam tersebut Lutfi (security korban) yang sedang menjaga di rumah korban yang lain dalam kompleks rumah mewah tersebut. Waktu itu dia lihat pintu sudah terbuka. Dia langsung masuk ke dalam. Heran, kok tidak ada orang, semua diam. Dia periksa semua sudut rumah dan di kamar mandi. Lutfi langsung berteriak minta tolong karena ada ceceran darah di luar kamar mandi dalam keadaan terkunci. Seluruh warga datang masuk dalam rumah tersebut.

"Saya dobrak pintu, pas saya lihat sudah tertumpuk semuanya, di ruangan yang cuma beberapa meter ukurannya di kamar mandi pembantu di lantai 1," ujarnya.

Lutfi melihat ada darah di dada sebelah kanan Dodi. Sementara yang lainnya tampak ada luka kulit yang terkelupas di tangan dengan wajah yang kebiruan.

"Saya lihat kalau Pak Dodi ada darahnya di dada sebelah kanan," ujarnya.

Saksi mata lain adalah Gani, seorang Ketua RW setempat. Gani bercerita bagaimana dia mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan 11 korban yang disekap secara bersamaan.

"Sebelas orang korban semua ditumpuk di kamar mandi. Tengkurap yang hidup sama yang meninggal," Gani saat ditemui di lokasi, Jalan Pulomas Utara No 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016).

Menurut Gani, 6 orang yang tewas semuanya mengalami luka tusuk. Dia juga menceritakan bagaimana anak Dodi, Viona dalam keadaan telanjang dan berdarah-darah.

"Yang meninggal 6, lukanya tusukan semua. Saya langsung lemas. Saya lihat anaknya perempuan, Viona, ada darah semua, ditelanjangin," tutur Gani. HIngga kini polisi masih memeriksa sejumlah saksi termasuk istri korban yang pada saat kejadian tidak berada di rumah.


Komentar


Jakarta Timur - 4 jam yang lalu

Sosialisasikan Budaya Betawi, Disparbud Gelar Sapta Pesona

CAWANG, PJ – Pengembangan pariwisata di DKI Jakarta sesuai dengan aturan pelestarian budaya betawi. Untuk..
Jakarta Pusat - 5 jam yang lalu

Organda: Semua Pelaku Usaha Transportasi Ikuti Aturan Permenhub 32

MENTENG, PJ – Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 Tentang transportasi berbasis..
6 jam yang lalu

Pemeriksaan TB Dilakukan Sudin Kesehatan Jakut

TANJUNG PRIOK, PJ – Memperingati Hari Tuberkulosis (TB) Kegiatan Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH)..
Jakarta Selatan - 7 jam yang lalu

Peringatan Hari Air Sedunia Digelar PD PAM Jaya

CILANDAK, PJ – Peringatan Hari Air Sedunia digelar Perusahaan Daerah (PD) PAM Jaya di area Sarana Penampungan..
Jakarta Pusat - 8 jam yang lalu

Wapres Putuskan 36 Cabang Olahraga Asian Games 2018

SENAYAN, PJ – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla sebagai Ketua Tim Pengarah Kepanitiaan Asian Games 2018,..
Jakarta Timur - 9 jam yang lalu

Sumarsono: Pemprov DKI Optimis Venue Selesai Tepat Waktu

CAWANG, PJ – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menyebut, ada tiga hal yang menjadi fokus..
Bodetabek - 10 jam yang lalu

Ini 11 Kesepakatan Damai Sopir Angkot & Driver Ojek Online di Bogor

BOGOR, PJ - Sopir angkot dan driver ojek online di Bogor sudah sepakat berdamai, Hal ini ,menyusul kericuhan yang..
Jakarta Timur - 11 jam yang lalu

Djan Faridz Turun Gunung, Yakinkan Umat Islam Pendukung Ahok-Djarot

CAKUNG, PJ – Untuk mengembalikan kepercayaan warga di DKI Jakarta, partai pendukung pasangan Calon Gubernur DKI..
Nusantara - 11 jam yang lalu

Teladani Figur Hamka Hadapi Gelombang Globalisasi dan Dinamika Bangsa

PADANG, PJ - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH mengajak..
Jakarta Barat - 11 jam yang lalu

Ridho Rhoma Sudah Dua Tahun Menjadi Budak Narkoba

PALMERAH, PJ - Rupanya diam-diam, Ridho Rhoma sudah lama jadi pencandu narkoba. Pengakuannya kepada polisi sudah..
Lihat Semua

Close
Close




Indeks

Close
Close