Jumat, 06 Agustus 2021 WIB

Semua Pegulat Remaja DKI Tunjuk Tangan Ketika Gian Sitorus Bertanya, Siapa Yang Ingin Punya Target Di Olimpiade?

Oleh : Mike Wangge | Mike Wangge | Sabtu, 12 Juni 2021 | 08:29 WIB


Foto : PJ/Mike

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Hampir semua pegulat remaja DKI Jakarta spontan menjawab dengan cara menunjuk tangan ke atas ketika, Gian F. Sitorus, Ketua Umum Pengprov PGSI DKI Jakarta bertanya tentang apa target terbesar mereka sebagai atlet gulat remaja DKI untuk masa yang akan datang.

Beberapa di antaranya ada yang menjawab dengan suara lantang ,”Kami siap”, sambil menunjuk tangannya tinggi-tinggi ke atas. Hal ini terjadi usai semua pegulat selesai mengadakan latih-tanding di gedung gulat DKI Jakarta Kompleks Olahraga Ragunan pada Jumat (11/6/2021).

Hadir dalam latih-tanding tersebut sekitar 63 pegulat. Mereka terdiri dari pegulat kategori PPOB 24 pegulat, pegulat PPOP 15 orang, PPLM 6 orang, dan pegulat Pelatda lapis 1 dan 2 sebanyak 8 orang. Gian Sitorus hadir bersama sebagian besar staf pengurusnya, diantaranya sekretaris dr Harun Pardede, dr Jasson Tumanduk dari Komisi Kesehatan Pengprov PGSI DKI, semua pelatih gulat DKI Jakarta dan lain-lain.

Kunjungan Gian Sitorus kali ini dimaksudkan untuk mengecek seluruh kesiapan pegulat DKI mulai dari pegulat pelatda yang sudah hampir satu tahun menjalani pemusatan latihan secara mandiri karena Covid, juga melihat perkembangan pelatihan pegulat remaja PPOB, PPOP, PPLM yang dibina secara baik oleh pelatih-pelatih terbaik DKI satu tahun belakangan selama masa vodid ini.

Hasil latih-tanding selama kurang lebih dua jam pada Jumat petang tersebut, cukup memuaskan. Pegulat putri, Ajeng, pegulat yang disiapkan ke PON XX Oktober mendatang, tampak terjadi peningkatan pada agresifitas pertandingannya saat turun bertanding melalwan pegulat putra, Rafli.

Padahal Rafli adalah pegulat terbaik tahun 2019 yang lalu. Agesifitas Ajeng terlihat ketika Rafli dengan teknik sempurna menangkap kaki Ajeng. Tetapi di saat bersamaan Ajeng mampu melepaskan kakinya sekaligus membalikkan keadaan. Justru Ajeng meraih poin dua (sempurna) pada momen itu.

Beberapa pengurus senior termasuk dr Harun Pardede turut menyaksikan apa yang terjadi pada Ajeng sebagai sebuah kemajuan pesat. Tentu tidak hanya Ajeng saja. Beberapa pegulat pelatda yang lain mengalami perkembangan yang cukup berarti.

Pegulat Remaja.

Semangat untuk menjadi pegulat hebat di masa mendatang tampaknya sudah tertanam di hati hampir semua peuglat remaja DKI dalam latih-tanding kemarin. Mereka tampak semangat tunjuk tangan ketika Ketua Umum Pengprov PGSI DKI Jakarta bertanya, “Siapa yang ingin punya target ke Olimpiade?”. Pertanyaan tersebut dijawab spontan bukan dengan suara melainkan langsung dengan menunjuk tangan ke atas.

Tidak hanya satu pegulat yang tunjuk tangan. Hampir semua pegulat termasuk juga pegulat senior Rusli juga mengacungkan tangannya. Ada beberapa pegulat yang karena semangat ingin berprestasi sampai Olimpiade mengatakan, “Kami siap, Pak. Siap sampai Olimpiade”.

Dalam nasihat dan wejangan singkat pada saat semua pegulat dikumpulkan Gian Sotorus mengatakan, untuk mencapai Olimpiade yang terpenting adalah kerja keras, punya karakter dan dedikasi yang kuat, punya komitmen pada targetnya.

“Kami disini hanya sifatnya membantu, memfasilitasi apapun yang dibutuhkan kalian untuk mencapai prestasi (target) tertinggi di gulat”. Ia menambahkan, “Peran terpenting adalah kalian sendiri. Mau atau tidaknya menjadis juara sampai ke Olimpiade semuanya ada di tangan kalian sendiri”.

Dan salah satu cara untuk mencapai kemajuan, sebut Gian, adalah kerja keras, dan disiplin tinggi. Latihan keras itu bukan berarti “kasar”, keras itu lebih kepada tekad dan motivasi kita untuk menjadi juara. Jadi yang utama adalah motivasi diri yang kuat untuk bisa meraih impian tertinggi sampai Olimpiade.

Pegulat remaja yang tak punya sepatu gulat foto bersama Gian Sitorus (foto: PJ/Mike Wangge)

Dalam latih-tanding kemarin, Gian juga berjanji membelikan sepatu gulat kepada dua pegulat remaja yang ketika turun bertanding tidak menggunakan sepatu gulat.

Selesai bertanding Gian mendatangi keduanya (putra dan putri). Ditanya mengapa tidak memakai sepatu, orang tua belum sanggup membeli. Padahal prestasi kedua remaja tak bersepatu itu lumayan pesat kemajuannya. []


Komentar


Arena - 2 hari yang lalu

BPK Penabur Bercita-caita Menggelar Kejuaraan Catur Internasional Seperti All Englad di Bulutangkis

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – 3 Agustus 2021- Dua impian besar ingin dikerjakan oleh Badan Pendidikan Kristen..
Arena - 1 minggu yang lalu

BPK Penabur Kembali Menggetarkan Catur Nasional, Menggelar Turnamen Catur Pelajar BPK Penabur Cup

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Jakarta, 24 JULI 2021- BPK Penabur makin eksis di dunia olahraga catur nasional. Betapa..
Sosok - 1 minggu yang lalu

Ketua LBH Kesehatan Mohon ke Presiden Jokowi untuk Tuntaskan Covid 19

Prinsip Dasar Dalam Kondisi Wabah Penyakit Menular: Manusia Secara Alamiah Pertahankan Hidup MPRRI, DPRRI,..
Khas - 1 minggu yang lalu

HUT ke-37, APLI Berikan Penghargaan Untuk Tenaga Kesehatan

POROSJAKARTA.COM - Dalam rangka Ulang Tahun APLI ke 37 tahun, APLI bersama Gerak BS berpartisipasi dalam..
Musik - 2 minggu yang lalu

CRID feat Anto Baret Rilis Lagu Honocoroko, Maknai Kesetiaan Hidup Bernegara Saat Hadapi Pandemi

POROSJAKARTA.COM - Asal mula aksara Jawa yang dikenal dengan sebutan Honocoroko terdapat dalam legenda Ajisaka...
Arena - 2 minggu yang lalu

Kejuaraan Dunia Catur Di Rusia; Tiki-Taka Susanto Megaranto Menciptakan Sejarah Baru Bagi Indonesia

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Pecatur terbaik Indonesia, GM Susanto Megaranto (2550) berhasil membuktikan..
Arena - 3 minggu yang lalu

Kejuaraan Dunia Catur Di Rusia; Tiga Pecatur Indonesia Cetak Sejarah Baru Tembus Babak Kedua

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Tiga pecatur Indonesia berhasil mencetak sejarah baru dalam dunia percaturan setelah..
Arena - 3 minggu yang lalu

Piala Dunia Catur, Irene Dan Medina Tembus Putaran Dua

POROSJAKARTA, CAWANG - Hasil yang dicapai Irene dan Medina disambut gembira Artsanti Alif Head of Social Investment..
Arena - 3 minggu yang lalu

CHESS WORLD CUP DI RUSIA, Irene Sukandar, dan Medina Berhasil “Melumat” Lawanya di Babak Pertama

POROSJAKARTA, CAWANG - Dua pecatur putri terbaik Indonesia, Irene Kharisma Sukandar dan Medina Warda Aulia berhasil..
Arena - 3 minggu yang lalu

Chess World Cup di Rusia, Tiga Pecatur Indonesia Pegang Buah Putih di Babak Pertama

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Empat pecatur Indonesia malam ini akan bertarung di babak pertama kejuaraan dunia..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close
Close
Close