Jumat, 06 Agustus 2021 WIB

Mendambakan Jakarta Bebas Asap Rokok

Oleh : Mansyur Barus | Senin, 07 Maret 2016 | 12:17 WIB



POROSJAKARTA - Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengurangi orang yang merokok di negeri ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan telah memiliki beberapa Peraturan Daerah yang mengatur masalah kawasan bebas asap rokok, khususnya membuat kawasan-kawasan yang bebas asap rokok, sehingga para perokok sulit untuk merokok di tempat-tempat yang dijadikan kawasan bebas asap rokok.

Namun kenyataannya, aturan yang sudah ada itu banyak yang dilanggar. Pengemudi angkutan kota masih sering kita jumpai merokok sambil mengemudikan kendaraannya, sementara beberapa penumpung di dalam angkot tersebut hanya bisa pasrah, tidak berani melarang, meski tahu bahwa angkutan umum merupakan salah satu tempat yang bebas asap rokok.

Apalagi mobil pribadi, tidak jarang kita temui jendala mobil dibuka lebar-lebar dan semua penumpangnya merokok. Mungkin dalam pikiran mereka, mobil adalah milik mereka sehingga bisa digunakan sesuka hati. Mereka tidak sadar asap rokok mereka-mereka itu mencemari udara sekitarnya, dan tentu saja partikel-partikel halus yang keluar dari asap rokok itu sangat berbahaya bagi kesehatan orang-orang di sekitarnya.

Jadi bisa bisa kita bayangkan bagaimana dampaknya jika seluruh perokok di Jakarta yang jumlahnya 2,2 juta berkumpul bersama dan bersama-sama pula menyulut rokok dalam waktu bersamaan, betapa mengerikan asap yang akan muncul dari pembakaran rokok oleh 2,2 juta manusia itu. Pada saat bersamaan disulut 2,2 juta batang rokok, jika satu bungkus rokok isinya 10 batang, maka yang disulut adalah 220.000 bungkus rokok.

Yang menyeramkan, asap rokok merupakan campuran dari gas dan partikel yang mengandung lebih dari 4.000 zat kimia mematikan yang biasa ditemukan dalam pelarut cat (aseton), pembersih toilet (amoniak), racun tikus (sianida), insektisida (DDT) dan asap knalpot (kabon monoksida). Menurut hasil penelitian 50 dari zat beracun yang terdapat dalam asap rokok dapat menyebabkan kanker dan penyakit serius lainnya.

Menyadari akan bahaya merokok ini, Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta saat ini sedang membahas Raperda Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Bahkan sebelumnya Pemprov DKI Jakarta telah memilki peraturan tentang larangan merokok di tempat-tempat tertentu. Dan sejak tahun 2010 tempat kusus merokok di tempat umum dan tempat kerja telah dihapuskan. Oleh karena itu, kita tidak akan menjumpai lagi tempat khusus merokok di tempat umum dan tempat kerja yang merupakan tempat dilarang merokok.

Penghapusan tempat khusus merokok di gedung perkantoran dan tempat-tempat tertentu tersebut bukan mengada-ngada, tetapi berdasarkan bukti pengukuran kadar nikotin di udara dan partikel sangat halus di gedung-gedung Jakarta, yang dilakukan di 120 titik sampel tahun 2009. Hasilnya sangat mengejutkan karena kadar nikotin di udara yang dapat dideteksi ditemukan di semua bagian gedung, bukan hanya di tempat khusus merokok.

Ternyata penggunaan ventilasi, filter udara dan area/kawasan merokok tidak melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok orang lain. Bahkan asosiasi ahli ventilasi terkemuka menyimpulkan cara yang paling efektif menghilangkan resiko kesehatan terkait dengan pajanan asap rokok di tempat yang tertutup adalah dengan melarang aktivitas merokok.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat bulan puasa maka restoran, mal, hotel sangat rendah kadar partikel halus yang ditemukan di sana, bahkan turun hampir 2/3 dibandingkan hari-hari biasa. Oleh karena itu suatu tempat bisa dikatakan aman dari partikel-partikel halus yang berasal dari asap rokok adalah jika di tempat itu 100% dijadikan kawasan dilarang merokok. Hanya kawasan tidak boleh merokok saja yang bisa dijamin bebas dari partikel halus dari asap roko, meskipun sebenarnya di sana ada partikel halus lainnya, yang bukan berasal dari asap rokok.

Memperluas kawasan bebas asap rokok memang menjadi dambaan, namun pada kenyataannya ada target yang ingin dicapai yaitu PAD melalui pajak rokok. PAD dari pajak rokok setiap tahun diharapkan meningkat, bertolak belakang dengan itu, masyarakat makin di tidak bebas merokok.

Yang harus dipedomani dalam hal ini adalah faktor kesehatan. Apapun yang menjadi penghambat, kesehatan masyarakat merupakan masalah utama yang menjadi target Pemprov DKI Jakarta. Aturan merokok makin diperketat, sejalan dengan itu kesehatan masyarakat semakin terjamin.[]


Komentar


Arena - 2 hari yang lalu

BPK Penabur Bercita-caita Menggelar Kejuaraan Catur Internasional Seperti All Englad di Bulutangkis

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – 3 Agustus 2021- Dua impian besar ingin dikerjakan oleh Badan Pendidikan Kristen..
Arena - 1 minggu yang lalu

BPK Penabur Kembali Menggetarkan Catur Nasional, Menggelar Turnamen Catur Pelajar BPK Penabur Cup

POROSJAKARTA.COM, CAWANG - Jakarta, 24 JULI 2021- BPK Penabur makin eksis di dunia olahraga catur nasional. Betapa..
Sosok - 1 minggu yang lalu

Ketua LBH Kesehatan Mohon ke Presiden Jokowi untuk Tuntaskan Covid 19

Prinsip Dasar Dalam Kondisi Wabah Penyakit Menular: Manusia Secara Alamiah Pertahankan Hidup MPRRI, DPRRI,..
Khas - 1 minggu yang lalu

HUT ke-37, APLI Berikan Penghargaan Untuk Tenaga Kesehatan

POROSJAKARTA.COM - Dalam rangka Ulang Tahun APLI ke 37 tahun, APLI bersama Gerak BS berpartisipasi dalam..
Musik - 2 minggu yang lalu

CRID feat Anto Baret Rilis Lagu Honocoroko, Maknai Kesetiaan Hidup Bernegara Saat Hadapi Pandemi

POROSJAKARTA.COM - Asal mula aksara Jawa yang dikenal dengan sebutan Honocoroko terdapat dalam legenda Ajisaka...
Arena - 2 minggu yang lalu

Kejuaraan Dunia Catur Di Rusia; Tiki-Taka Susanto Megaranto Menciptakan Sejarah Baru Bagi Indonesia

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Pecatur terbaik Indonesia, GM Susanto Megaranto (2550) berhasil membuktikan..
Arena - 3 minggu yang lalu

Kejuaraan Dunia Catur Di Rusia; Tiga Pecatur Indonesia Cetak Sejarah Baru Tembus Babak Kedua

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Tiga pecatur Indonesia berhasil mencetak sejarah baru dalam dunia percaturan setelah..
Arena - 3 minggu yang lalu

Piala Dunia Catur, Irene Dan Medina Tembus Putaran Dua

POROSJAKARTA, CAWANG - Hasil yang dicapai Irene dan Medina disambut gembira Artsanti Alif Head of Social Investment..
Arena - 3 minggu yang lalu

CHESS WORLD CUP DI RUSIA, Irene Sukandar, dan Medina Berhasil “Melumat” Lawanya di Babak Pertama

POROSJAKARTA, CAWANG - Dua pecatur putri terbaik Indonesia, Irene Kharisma Sukandar dan Medina Warda Aulia berhasil..
Arena - 3 minggu yang lalu

Chess World Cup di Rusia, Tiga Pecatur Indonesia Pegang Buah Putih di Babak Pertama

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Empat pecatur Indonesia malam ini akan bertarung di babak pertama kejuaraan dunia..
Lihat Semua

Close



Indeks


Close
Close
Close