Pasar Kue Subuh Manjakan Konsumen

0
8

JAKPUS – Pasar Kue Subuh. Itulah titel dari pasar kue yang memang bukanya tiap subuh (dini hari) di proyek Pasar Senen Jakarta Pusat.

Jika main ke pasar ini, jangan Anda datang sore. Para pedagang tidak sedagang berdagang. Jika Anda serius mau belanja kue- kue datanglah dini hari ke pasar ini.

“Kalau malam mah kaga ada ape- ape. Kita bukanya dini hari sekitar pukul 01.00 hingga paginya,” kata Ny Lisnawati, pedagang serba kue di proyek Pasar Senen itu kepada porosjakarta.com, Pasar Senin (16/3/2015). Ibu tiga anak itu sedang berkemas- kemas berdagang subuh nanti.

Di pasar ini terdapat ratusan pedagang serba kue. “Umumnya konsumen kita ya yang ingin pesta- pesta, kantoran dan sebagainya. Lumayan lah mas bisa sekolahin anak- anak,” tambahnya. “Pasar subuh ini kan memanjakan konsumen. Ga repot masak, tapi semua serba ada,” ujarnya.

Umumnya konsumen mereka adalah datang dari kantoran swasta- pemerintah di sekitar Jln Sudirman, MH Thamrin, Istana Negara, kantor gubernuran, tanjung priok, kemapung melayu, blok M bahkan dari Bogor dan Tangerang. Karena memang di pasar ini yang namanya kue-kue dan lauk- pauk serba lengkap. Namun harus belanja subuh.

“Ya semua dari kantoran belanja kesini. Kadang- kadang sipil, pake baju Polri dan TNI juga,” Irsyam pedagang lainnya menyatakan pelanggannya.

Penjualan? “Tiap subuh rata- rata Rp1- 1,5 juta,” jelasnya.

Pasar ini menyajikan aneka kuliner. Mulai dari masakan padang, rendang, ayam gulai, sate kambing-ayam, sayur ayam serta makanan tradisional lainnya.

Begitu jenis kue- kuenya. Roti, lemper, tahu isi, tempe goreng, kripik singkong, kolak sarabi, goreng pisang, ubi, singkong, sampai aneka makanan dari ketan. Harganya berfariasi. Dari Rp500- 1000 tiap potong. Tapi kalau lauk pauk lebih mahal. Rendang msianya Rp8500- 10.000 per potong. Ikan Mas Goreng Rp700- 10.000. Tergantung besarnya.

“Klo di sini mah makanan sarapan pagi di kantor lengkap,” jelas Iriani, pedagang kue- kue dan makanan santap pagi. “klo nyari kesini aja. Dekat- harganya murah kok. Ga terpengaruh kenaikan harga gas elpiji,” ujarnya berpromosi.

Umumnya para pembeli juga merasa dimanjakan oleh adanya pasar subuh ini.

“Ya kita sangat tertolong dengan adanya pasar ini. Harganya juga murah. Gak perlu repot bikin. Alhamdulillah,” ujar Nia Amini, seorang pengurus kantin satu perguruan tinggi di Jakarta.

“Senanglah. Kan kita tinggal pilih kuenya. Kan klo kami yang mau menjual lagi harganya beda kali sama yang untuk langsung dibawa kekantor. Klo yang pedagang seperti kami pasti dikasih lebih murah. Kan sudah langganan, ujar Ny Mimi didampingi Sukiat, suaminya.[]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here