Kasus Suap Kejati DKI Dilakukan di Toilet Hotel

0

SETIABUDI, PJ – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang tersangka dugaan suap terkait pengamanan perkara di Kejaksaan Tinggi DKI. Ketiga orang tersebut, yakni Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya Sudi Wantoko; Senior Manager PT Brantas Abiraya, Dandung Pamulano; dan pihak swasta bernama Marudut ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap.

Ketua KPK, Agus Rahardjo, menuturkan Marudut, Dandung, dan Sudi bertemu di sebuah hotel di bilangan Cawang, Jakarta Timur pada Kamis (31/3) pagi seperti yang mereka janjikan pada malam hari sebelumnya. Dalam pertemuan tersebut, Dandung menyerahkan uang yang diduga suap kepada Marudut di toilet pria yang ada di dalam hotel. Usai bertransaksi, ketiga orang ini kembali ke mobil mereka masing-masing.

“Saat terjadi penyerahan dari DPA ke MRD, dilakukan di lantai 1 toilet pria, setelah penyerahan keduanya kembali ke mobil masing-masing,” kata Ketua KPK, Agus Rahardjo dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/4).

Tim Satgas KPK langsung bergerak cepat dengan menangkap ketiga orang ini. Tak hanya itu, KPK juga menyita uang sebesar 148.835 Dollar Amerika Serikat (USD).

“Total uang yang disita USD 148.835. Terdiri dari 1.487 pecahan USD 100, selembar USD 50, tiga lembar pecahan USD 20. Kemudian dua lembar pecahan USD 10 dan lima lembar pecahan USD 1. Ini bukti yang kita dapatkan pada waktu penyerahan,” ‎ungkapnya.

Dikatakan Agus, uang suap itu diserahkan Dandung dan Sudi kepada Marudut untuk mengamankan penanganan perkara PT Brantas Abipraya yang sedang ditangani Kejati DKI. Namun, Agus belum membeberkan perkara yang dimaksud. Demikian juga dengan oknum jaksa Kejati DKI yang hendak menerima uang tersebut. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here