KPK Ajak Polri dan Kejaksaan Tingkatkan Integritas

0

BOGOR, PJ – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ajak para penegak hukum dari kepolisian dan kejaksaan untuk meningkatkan integritas dalam rangka percepatan pemberantasan korupsi. Penegasan itu kembali ditekankan pada acara bertajuk Pelatihan Bersama Peningkatan Kapasitas Penegak Hukum dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi Wilayah Hukum Provinsi DKI Jakarta selama satu pekan.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi dan pengembalian kerugian negara khususnya pada Provinsi DKI Jakarta. Dari sinergi ini diharapkan dapat terwujud kerja sama yang lebih efektif di antara instansi penegak hukum, dengan auditor BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangungan) dalam pemberantasan korupsi,” terang Ketua KPK, Agus Rahardjo pada acara tersebut di Bogor, Senin (23/5).

Pada kesempatan itu hadir Ketua PPATK Muhammad Yusuf, Jampidsus Kejaksaan Agung Arminsah, Anggota V BPK Moermahadi Soerja Djanegara, Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Ari Dono Sukmanto, dan Direktur Investigasi Instansi Pemerintah pada Kedeputian Investigasi BPKP Samono.

Acara ini dilaksanakan sejak 23 sampai 27 Mei dengan diikuti 160 peserta, diantaranya 80 penyidik kepolisian Polda Metro Jaya, 10 penyidik Bareskrim Polri, 35 penyidik dan jaksa penuntut Kejaksaan Tinggi DKI Akarta, 10 penyidik dan jaksa penuntut Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, 5 penyidik dan penuntut umum KPK, dan 10 auditor BPK serta 10 auditor BPKP.

Menurutnya, sinergi merupakan hal mulak dilaksanakan antar penegak hukum dalam pemberantasan korupsi. Sehingga patut bagi KPK sebagai trigger mechanism untuk mendorong aparat penegak hukum mendorong sinergi dan tingkatkan integritas pada aparat penegak hukum guna mempercepat pemberantasan korupsi.

“Sinergi dan kerja sama mutlak dilaksanakan. Tanpa kerja sama antar lembaga penegak hukum dan instansi terkait serta partisipasi aktif masyarakat tugas penegak hukum khususnya penegak hukum pemberantas korupsi menjadi tidak efektif,” tuturnya.

Agus mengatakan, acara ini merupakan yang kedua kalinya. Acara pertama dilaksanakan di Bandung pada 18-22 April 2016. “Kami mengajak selain meningkatkan kapasitas juga integritasnya. Hal lain juga supaya hubungan antar penegak hukum cair jadi setiap penugasan bisa dilaksanakan dengan mudah dan lancar,” tukasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here