“Kami tak Peduli Status Tersangka Ahok”

0
4

BASUKI Tjahaja Purnama menyapa pendukungnya di Pademangan Timur, Jumat (18/11/2016). Media memberitakan dashyatnya kampanye Ahok selama sekitar satu jam di sore hari itu.

Sejak turun dari mobil Innova yang ditumpanginya Ahok sudah sangat terpana melihat ‘lautan’ manusia yang berjejal di sepanjang jalanan selebar sekitar 10 meteran itu. Untuk melangkahkan kedua kakinya pun Ahok kesulitan. Petahana gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 2 di Pilgub 2017 itu pun harus bersusah-payah menjejakkan kakinya mengelilingi area kampanye sekitar 200-an meter yang berada di RT 15/RW 10 Pademangan Timur, Jakarta Utara itu.

Dibutuhkan waktu sekitar 62 menit bagi Ahok untuk berkeliling area kampanye yang disesaki seribuan warga dari beberapa RT di wilayah Pademangan Timur itu. Ia menjawab sapaan dan teriakan warga yang memanggil-manggil namanya, merespon keinginan mereka untuk ber-selfie, sesekali berhenti untuk menyapa warga yang harus terjepit-jepit untuk mencoba mendekatinya.

Memang ada upaya pagar betis dari sekitar seratusan aparat kepolisian gabungan, namun hal itu tidak mengurangi keinginan warga untuk terus mendekati Ahok. Aparat kepolisian pun tak terlalu berusaha membentengi Ahok terlalu berlebihan. Ahok juga sesekali menerikkan tim relawannya untuk tidak terlalu menghalangi warga. “Biarin, biarin,” teriak Ahok pada tim relawan yang coba menghalangi gerak maju warga.

Ahok juga merespon keinginan warga yang memintanya menengok kali Pademangan Timur 10. Ia melangkahkan kakinya ke pinggiran kali, melihat tumpukan kotoran yang menghalangi aliran air. “Cuma kotor, nanti tinggal dibersihin, beres,” begitu dikatakannya, seperti didengar langsung PorosJakarta sore itu.

Ahok terus berjalan, tetap dengan susah-payah. Tetap dengan melontarkan senyum dan jawaban-jawaban singkatnya atas sapaan atau teriakan warga. Ia tersenyum lebar ketika seorang ibu berteriak “Pak Ahok maju terus, kami tak peduli status tersangka untuk pak Ahok.”

Ahok mengacungkan jempolnya, lalu menunjukkan dua jari. “Salam dua jari, ibu. Menang satu putaran yaa,” teriak Ahok.

Warga spontan menyambutnya, “Satu putaran, satu putaran.”

Rabu (16/11/2016) lalu, Bareskrim Polri telah menetapkan status tersangka untuk mantan bupati Belitung Timur itu. Ia dipersangkakan atas dugaan melakukan penistaan agama dengan mengutip Surat Al Maidah Ayat 51 saat kunjungannya Kepulauan Seribu, medio September 2016.

Penetapan tersangka untuk Ahok diputuskan setelah tim penyelidik Bareskrim Polri yang berjumlah 27 orang mendengarkan keterangan puluhan saksi ahli maupun meminta pendapat puluhan ahli lain. Kesimpulannya, ada yang menyatakan Ahok salah, ada yang bilang tidak.

Dari himpunan pendapat yang lonjong itulah status tersangka ditetapkan. Akan tetapi Ahok tidak ditahan. Statusnya memang ditingkatkan ke tahap penyidikan, akan tetapi kasusnya dilimpahkan ke peradilan umum. Jadi pengadilanlah yang kelak akan memutuskan Ahok benar-benar bersalah atau tidak.

Ahok sendiri seperti sudah tak sabar untuk menunggu proses peradilan umum tersebut. Ia menginginkan kasusnya disidangkan secara terbuka, transparan, diliput secara langsung oleh seluruh stasiun televisi, seperti persidangan Jessica tempo hari.

Bagi Ahok dan para pendukungnya status tersangka itu justru seakan-akan menjadi stimulan yang memicu percepatan kemenangannya di Pilgub 15 Februari 2017. Mengomentari status tersangka itu, Ahok antara lain menyatakan bahwa ia sangat mengapresiasi kinerja tim penyelidik Bareskrim Mabes Polri, dan ia juga sudah kooperatif untuk langsung memberikan keterangan kepada tim tersebut.

“Silakan bapak dan ibu mengawal kasus ini, saya tidak akan kemana-mana. Saya tetap akan bersama bapak-bapak dan ibu-ibu menyukseskan Pilgub nanti,” begitu disampaikan Ahok menjawab pertanyaan media mengenai status tersangka yang dijatuhkan kepadanya.

“Paling penting bagi saya, bapak-bapak dan ibu-ibu datang ke TPS-TPS saat Pilkada nanti, coblos nomor urut 2, kita harus menang satu putaran,” tegas Ahok.

Dari atas dek mobil Innova-nya sebelum meninggalkan Pademangan Timur, kemarin sore, Ahok kembali mengulangi kata-katanya. Ia melongokkan kepalanya, menunjukkan dua jarinya. “Salam dua jari, satu putaran yaa, satu putaran yaah…”

“:Satu putaran, satu putaran,” balas warga serentak.[]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here