Ketua DPRD DKI Jakarta Berencana Tinggalkan Rumah Dinas

0

GAMBIR, PJ – Menyusul dicoretnya pengajuan mata anggaran renovasi rumah dinas sebesar Rp1,4 miliar pada APBD Tahun 2017.Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi berencana meninggalkan rumah dinasnya di jalan Imam Bonjol,Menteng, Jakpus.

“Saya punya rencana untuk meninggalkan rumah dinas tersebut,” ucap Prasetio di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat 30/122016

Alasannya untuk pindah dari rumah tersebut karena bangunan interiornya sudah tua dan plafonnya lapuk. “Karena pengajuan renovasi tidak disetujui oleh Kementrian Dalam Negri (Kemendagri), lebih baik saya tidak menempati rumah itu lagi. Lebih baik saya menempati rumah pribadi dan bisa mengambil uang tunjangan perumahan sekitar Rp 80 juta/tahun,” ujarnya

Menurutnya, dana renovasi itu digunakan untuk memperbaiki interior rumah, terutama plafon sebaiknya pakai baja ringan supaya tahan lama. “Saya sih tidak kecewa dengan pencoretan mata anggaran tersebut. Tapi kalau begini, lebih baik saya memilih tinggal di rumah pribadi,” ujar Prasetio.

Begitu pula pengajuan gaji sopir untuk seluruh anggota dewan berjumlah 106 sebesar Rp 4 miliar juga dicoret. “Silakan saja dicoret. Namanya juga usulan, kalau gak disetujui yang gak apa-apa,” jelasnya

Menurut Prasetio, sangat wajar dewan mengusulkan sopirnya digaji pakai APBD untuk berhemat pengeluaran. “Karena sejak gaji PNS DKI meningkat signifikan, sebaliknya penghasilan dewan tak ada kenaikan sehingga. Contoh saja gaji saya sebagai Ketua DPRD cuma Rp 38 juta, hampir setara dengan gaji lurah dan di bawah gaji camat,” sambungnya.

Prasetio menambahkan, dana operasional Ketua DPRD ibarat bumi dan langit dibandingkan dengan Gubernur. Dana taktis Gubernur dan Wakil Gubernur sebesar Rp 4,5 miliar,sedangkan untuk Ketua DPRD yang disebut DKI-2 cuma sebesar Rp 18 juta,’’ tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here