Kemenkominfo Harus Transparan Soal Pemblokiran Situs Islam

0

CAWANG, PJ – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) agar menjelaskan secara transparan apa saja indikator yang digunakan dalam pemblokiran media massa daring, terutama terkait pemblokiran beberapa situs media Islam.

“Tidak tahu apa indikator kenapa media ini diblokir segala macam. Harusnya buat dulu indikatornya. Jelaskan ke publik agar tidak muncul banyak prasangka dan praduga,” ujar Dahnil, Selasa (3/1/2017).

Karena hingga kini menurut Dahnil, Kominfo tidak menjelaskan indikator itu. Akibatnya muncul prasangka dan praduga terkait penyebab pemblokiran media Islam. Dahnil melihat ada kecenderungan pemerintah bersikap represif.

Sebab, Dahnil mengatakan ada beberapa situs daring (online) yang tidak menggunakan nomenklatur Islam namun melakukan provokasi dan ujaran ujaran kebencian yang justru lebih parah. Misalnya menjelek-jelekkan Islam.

“Kok (situs ini) tidak diblokir. Berangkat dari situ muncul dugaan ketidakadilan. Muncul dugaan sentimen anti-Islam,” katanya.

Untuk itu agar dugaan tersebut tidak berkembang, Kominfo dinilai perlu menjabarkan indikator secara adil, terkait alasan, dasar, dan datanya. Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa situs media Islam telah diblokir. Mereka adalah islampos.com, kiblat.net, voa-islam.com, nahimunkar.com, bisyarah.com, dan dakwahtangerang.com.

Sementara masih banyak situs lain yang berisi hujatan, bahkan penghinaan terhadap agama Islam masih bisa diakses. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here