Mengapa Djarot Belum Menerima Anies-Sandi?

0
7

Berita yang muncul di media massa menunjukkan sulit ada pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat dengan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Alasan yang mengemuka saat ini adalah kesibukan Djarot yang luar biasa menyelesaikan pekerjaan dalam sisa waktu beberapa bulan sebelum mengakhiri jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Djarot secara tegas menolak bertemu dengan tim sinkronisasi Anies-Sandi dan menyuruh mereka bertemu dengan SKPD dan fraksi yang mendukung Anies-Sandi di DPRD DKI Jakarta, yaitu Fraksi PKS dan Gerindra.

Saat Anis dan Sandi mengirim SMS untuk bertemu, Djarot tidak menjawabnya. Namun setelah Anies-Sandi berkirim surat, Djarot membalasnya dengan mengatakan mencari waktu yang tepat untuk pertemuan. Nyatanya, saat Anies-Sandi ingin bersilaturahmi hari pertama Lebaran 2017, pertemuan itu juga belum bisa terjadi.

Apa sebenarnya yang terjadi? Menurut sumber porosjakarta.com, ada yang belum pas antara Anies-Sandi dengan Djarot, sehingga Djarot belum bisa menerima Anies dan Sandi untuk berbincang tentang Jakarta ke depan, setelah Anies-Sandi memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Dari sisi kepentingan, baik Anies-Sandi maupun Djarot tidak ada “kegentingan yang memaksa” yang bisa mendorong mereka untuk bertemu. Apalagi tim sinkronisasi telah membahas dan berhasil memasukkan program Anies-Sandi ke dalam APBD DKI Jakarta 2018.

Hanya saja sebagai orang Timur, kita tentunya berharap Anies-Sandi bisa bertemu dengan Djarot, bukan hanya saat serah terima jabatan nantinya pada Oktober 2017. Adanya peretemuan akan menunjukkan kepada masyarakat bahwa para pemimpinnya saling menghormati dan tidak menyimpan rasa sakit hati (jika ada) di antara mereka. Semua harus melakukan introspeksi untuk kemajuan Jakarta ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here