Bang Nchex : Tanamkan Cinta, Jangan Sampai Budaya Betawi Tergerus Oleh Zaman

0
99
Nuansa Betawi: Bang Nchex (kiri), Bang Bontot (kedua kanan) dan anggota Padepokan Silat Godotan Baba Kacong foto bersama kedua mempelai di Jalan Rambutan Jati Asih, Minggu (11/3). (Foto: PJ/Zaki)

POROSJAKARTA.COM, BEKASI. Seni  budaya Betawi saat ini menjadi perhatian publik baik tokoh adat maupun pemerintah, setelah beberapa tahun, hampir tidak terlihat kegiatannya terutama dikalangan anak muda diwilayah Jabodetabek.

Beberapa pihak, termasuk dari luar suku Betawi tergerak hatinya untuk mengembalikan kejayaan budaya Betawi ditengah-tengah perkembangan  informasi dan teknologi sehingga tidak tergerus oleh zaman.

Pada perayaan-perayaan pesta pernikahan, khitanan dan perayaan lainnya, kali ini tidak terlepas dengan upacara adat Betawi seperti “Palang Pintu”, ditambah dengan ornamen-ornamen rumah adat, Ondel-Ondel, kuliner khas Betawi.

“Ya baru lima tahun belakangan ini ada perayaan-perayaan yang menghadirkan budaya Betawi. Saya sendiri bangga juga, “ujar Asdy Suryadi (Nchex Prabu Angkasa) pada porosjakarta.com saat pesta pernikahan putrinya Syifa Fitriana (Syifa) yang dipersunting Muhamad Abidin (Bidin) di Jalan Rambutan, Jati Asih Bekasi, Minggu (11/3/2018).

Melewati “Palang Pintu” oleh Padepokan Silat Godotan Baba Kacong, Syifa Fitriana dan Muhamad Abidin di pertemukan lewat prosesi akad nikah disaksikan oleh pemuka agama. (Foto: PJ/Zaki)

Intinya, Bang Nchek, sapaan akrabnya  mengaku sangat respek sekali dengan budaya leluhur, terutama pada generasi  muda sekarang yang menekuni dunia persilatan, topeng dan lainnya.

Antusias anak-anak muda Jati Asih dan sekitarnya menurutnya karena banyaknya paguyuban-paguyuban yang mengangkat kebudayaan ditanah air, seperti, sanggar tari jaipong, tari topeng, silat tradisional Betawi dan lain-lainnya.

Untuk itu, dibeberapa kalangan  pendidik  mulai dari tingkat PAUD sampai SMA mencoba untuk menanamkan rasa cinta budaya dan cara-cara mengembangkan budaya tersebut pada kalangan generasi muda melenial.

Mereka juga diarahkan untuk menyebarluaskan arti dari kebudayaan itu sendiri melalui festival, kejuaraan pencak silat dari panggung ke panggung hingga mengisi acara pesta pernikahan seperti “Palang Pintu”

“Saya berharap, generasi muda tetap antusias, tampil kedepan dalam mengembangkan dan mempertahankan budaya Betawi, “ucap Bang Nchex.

Ornamen rumah adat Betawi menghiasi pesta pernikahan keluarga Bang Nchex di Jalan Rambutan Jati Asih, Bekasi. Minggu (11/3). (Foto: PJ/Zaki)

Disamping itu  dirinya juga sangat mengharapkan pada para pemimpin baik pusat maupun daerah tetap bijak dan peduli apa yang diperjuangkan oleh generasi muda lewat sanggar maupun padepokan.

Maksudnya, kata dia, generasi muda itu untuk dibimbing, penyediaan fasilitasnya bukan hanya ditingkat Kota Bekasi, melainkan sampai ketingkat kecamatan dan kelurahan.

“Alhamdulillah, pemerintah Bekasi  cukup aspiratif, artinya responsif apa yang disampaikan oleh para budaya-budayawan. Beda dengan sebelumnya, “ujarnya.

Disamping itu, terkait pesta pernikahan putrinya yang menampilkan adat Betawi seperti “Palang Pintu” oleh Padepokan Silat Godotan Baba Kacong, dia selaku pembina berharap, padepokannya tetap ekses mempertahankan budaya Betawi.

“Dan untuk kedua mempelai saya berdoa dan berharap agar dalam berumah tangga rukun selalu, membina rumah tangga sesuai aqidah agama. “tandasnya. [PJ/Abuzakir Ahmad]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here