Hari Tanpa Bayangan 21 Maret 2018 , Tak Benar Muncul Gelombang Panas

0
29

CAWANG, PJ – Pada Rabu 21 Maret 2018,di Indonesia akan kembali terjadi fenomena alam, yaitu hari tanpa bayangan lantaran matahari tepat berada di atas ekuator atau garis khatulistiwa.

“Fenomena biasa saja, tidak ada yang harus diteliti atau dikhawatirkan. Ini bagian edukasi publik,” kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Dikatakan, pada tanggal 21 Maret 2018, matahari tepat di tengah atas kepala, mengakibatkan tidak adanya bayangan. Istilahnya yaitu hari nir bayangan atau hari tanpa bayangan.

Menurut Thomas, masyarakat harus mewaspadai adanya hoax yang berseliweran, khabar yang sesungguhnya tidak benar.

“Ada kabar hoax saat matahari tepat di atas kepala, yaitu menimbulkan suhu tinggi gelombang panas. Itu tidak benar. Suhu permukaan bumi tetap, variasi tidak terlalu besar, tiap tahun terjadi,” jelasnya.

Peristiwa hari tanpa bayangan ini terjadi karena bumi beredar mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis edar bumi berbentuk agak lonjong, sehingga bumi kadang bergerak lebih cepat dan kadang bergerak lebih lambat.

Bidang edar bumi disebut sebagai bidang ekliptika. Bidang ini miring sebesar 23,4 derajat terhadap bidang equator bumi. Karenanya, Matahari tampak berada di atas belahan bumi utara selama sekitar setengah tahun dan berada di atas belahan bumi selatan setengah tahun sisanya.[]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here