Jokowi : Penanganan Napiter Diminta Harus Ada Evaluasi Total

0
14
Presiden Jokowi bermain Basket bersama para atlet pelajar peserta Dream Basketball League (DBL) di halaman belakang Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/5/2018). (Foto/Ist)

POROSJAKARTA.COM, BOGOR – Penanganan narapidana dalam perkara terorisme atau yang biasa disebut napiter, harus ada evaluasi total. Agar kerusuhan seperti yang terjadi di rumah tahanan Markas Komando (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, tidak terulang.

Hal itu disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) seusai bermain bola basket bersama para atlet pelajar peserta Dream Basketball League (DBL) di halaman belakang Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/5/2018).

“Ya harus ada evaluasi total, harus ada koreksi, baik mengenai penjaranya, apakah perlu di markas atau di luar markas, apakah pemeriksaan apa dilakukan di tempat seperti di Mako itu kan di tempat, akan menjadi sebuah evaluasi untuk Polri agar kejadian itu tidak terulang kembali,” ujar Presiden

Sebelumnya, Kepala Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian juga mengemukakan kebutuhan untuk mengevaluasi kelayakan Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua untuk menampung narapidana kasus terorisme.

“Evaluasi kami memang Rutan Mako Brimob tidak layak jadi rutan teroris. Kenapa? Karena bukan maximum security,” ujarnya di Depok, Kamis (9/5/2018).

Menurutnya, bahwa rumah tahanan itu sebenarnya dirancang untuk menampung aparat penegak hukum seperti polisi, hakim, dan jaksa yang terlibat tindak pidana.

“Karena mereka ini kan tangkap penjahat, kalau kemudian melakukan pidana dan ditempatkan sama dengan yang lain nantinya mereka bisa jadi korban,” ujarnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here