Keceriaan dan Semangat Timnas Gulat Indonesia

0
44
Timnas Gulat Indonesia (Foto/Adhi-pJ)

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Keceriaan dan semangat untuk menggapai yang terbaik mewarnai proses pelatihan Timnas Gulat Indonesia di Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC) Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat. Sudah lebih dari dia pekan Timnas Gulat Indonesia yang dipersiapkan ke Asian Games XVIII/2018 digembleng disana, ditangani serius oleh kuartet pelatih Edem Abduraimov, Buyamin, Zulhaidir dan Fathur Rahman.

“Proses pelatihan berjalan dengan baik, semua program dijalani dengan penuh semangat,” ungkap Buyamin, pelatih paling senior yang menggembleng Timnas Gulat Indonesia, Senin (12/3/2018).

Setelah sepanjang hari Minggu (11/3) seluruh pegulat mengikuti sesi psikologi yang disampaikan oleh tim psikolog pimpinan Eko Prasetyo, S.Psi, Psikolog, CT.NLH, CM.NLP, tim pelatih memutuskan untuk meniadakan sesi latihan Senin pagi tadi. “Agar anak-anak bisa lebih fresh mengikuti latihan sore harinya,” papar Buyamin.

Sesi latihan Senin sore, seusai program, berupa latihan berat di matras.Timnas Gulat Indonesia yang dipersiapkan ke kompetisi gulat Asian Games XVIII/2018 terdiri dari 18 pegulat, terdiri dari 12 pegulat putra di kelas bebas dan grego-roman serta enam pegulat putri di kelas bebas. Mereka adalah, kelas bebas putra: Eko Roni Saputra (Kaltim/57 kg), Ardiansyah Darmansyah (Kaltim/65 kg), Rendy Aditya Saputra (Kalsel/74 kg), Fahriansyah (Kalsel/86 kg).

Kemudian, Efriadi (Jambi/97 kg), Dimas Septo Anugraha (Jatim/125 kg); kelas grego roman: Hasan Sidik (Jatim/59 kg), M.Arliansyah (Kaltim/66 kg), Andika Sulaiman (DKI Jakarta/75 kg), Lulut Gilang Saputra (Jatim/85 kg), Ashar Ramadhani (Kaltim/98 kg), Papang Ramadhani (Kaltim/130 kg);dan kelas bebas putri: Eka Setiawati (Jabar/48 kg), Dewi Ulfa (Kaltim/53 kg), Mutiara Ayu Ningtyas (Jatim/58 kg), Dewi Atiya (Jabar/63 kg), Desi Shinta (Banten/69 kg), Ridha Wahdaniyaty (Kalse/75 kg).

Buyamin menuturkan, Rendy Aditya Saputra, pegulat asal Banjarmasin (Kalsel) yang diproyeksikan di kelas 74 kg gaya bebas, saat ini tengah menjalani terapi di klinik KONI Pusat, Senayan, Jakarta. “Agak kaku di bagian bahunya. Kami izinkan untuk berobat di klinik KONI Pusat karena dibawa orangtuanya,” kata Buyamin, yang sudah dipercaya menangani peltnas gulat sejak 2009.

“Itu hanya cedera biasa, tidak berat, besok sudah kembali ke pelatnas,” papar Buyamin. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here