Menghindari Ganjil-Genap, Pengendara Berangkat Lebih Awal

0
27

BEKASI, PJ – Kakorlantas Irjen Royke Lumowa menyebut kepadatan di tol berkurang 30 persen setelah diberlakukan sistem ganjil genap di gerbang tol Bekasi Timur dan Bekasi Barat sejak Senin 12 Maret 2018.

“Pemberlakuan ganjil-genap kendaraan pribadi melintasi Gerbang Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur ke Jakarta cukup membantu mengurangi kemacetan. Bisa sampai 30 persen. Saya lihat sendiri,” kata Royke di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Menurut Royke, terurainya kepadatan lalu lintas di jalan tol tidak memindahkan macet akibat diberlakukanya sistem ganjil genap. “Tidak memindahkan kemacetan. Kalimalang masih normal,” kata Royke.

Dikatakan, aturan tersebut baru mengajak warga berangkat lebih pagi. Pemakai jalan diajak agar ke Jakarta bukan pada jam-jam padat atau berangkat lebih awal.

Menurut Royke, sistem ganjil genap hari pertama kemarin, warga memilih berangkat lebih pagi ketimbang menggunakan transportasi umum. Ada 3 alternatif yang ditawarkan, pilihan moda, jalur lain, dan waktu perjalanan.

“Hari pertama masih didominasi pilihan waktu, kedua jalan lain, ketiga moda transportasi umum. Ke depan kami mendorong masyarakat lebih memilih angkutan umum dengan cara meningkatkan layanan angkutan umum,” ujarnya.

Muali Senin 12 Maret 2018, 3 aturan baru diberlakukan  di Tol Bekasi Barat dan Tol Bekasi Timur ke Jakarta. Salah satu, pengaturan kendaraan pribadi melalui skema ganjil-genap, berlaku Senin hingga Jumat mulai pukul 06.00-09.00 WIB, kecuali pada hari libur nasional.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here