Orang Hilang Ditemukan Lewat Penerawangan di Hati Babi

2
413
Korban Opa Lukas Do'o (kanan) sedang diwawancarai dalam rangka pembuatan Film Dokumenter mahasiswa Institut Kesenian Jakarta jurusan Sinematografi pada Kamis 3 Mei 2018 di Kotabaru. (Foto/Mike Wangge)

POROSJAKARTA.COM, KOTA BARU – Seorang pria tua, bernama Lukas Do’o (95) dari Desa Kotabaru, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende ditemukan dalam keadaan sehat walafiat setelah hilang di hutan selama lima hari sejak Minggu (29/4/2018).

Korban yang biasa dipanggil Opa Lukas ini ditemukan di sebuah gua di Tiwu Dala, Aepau, Dusun Landelo’o, Kecamatan Kotabaru.  Jarak lokasi gua sekitar delapan kilometer dari Kotabaru  yaitu di daerah yang sulit dijangkau, karena dikelilingi tebing-tebing terjal dan jurang.

Keluarganya mengira Opa Lukas sudah meninggal. Ternyata masih hidup dan bahkan sehat walafiat. Uniknya, penemuan terhadap korban ini bukan dilakukan lewat tim sar pencarian orang, atau cara normal lainnya,  akan tetapi dilakukan dengan cara menerawang  pada hati babi.

Opa Lukas (kanan) ditemukan di dalam gua setelah lima hari menghilang di Kotabaru Ende Flores. (Foto/Mike Wangge)

Babi yang hendak diterawang lewat hatinya itu terlebih dahulu dibunuh kemudian hatinya diambil, lalu sang penerawang hati babi melihat garis-garis dan urat pada bagian tengah hati babi. Berdasarkan data petunjuk di hati babi terebut, sang penerawang,  yaitu Yakobus Wa’e, langsung  menjunjuk bahwa lokasi  tempat Opa Lukas berada adalah di sekitar delapan kilometer dari Kotabaru dan disebutkan korban berada di dalam  sebuah gua.

“Carilah ke tempat itu. Dia pasti berada di sana. Dia masih hidup serta sehat walafiat,”  jelas Yakobus Wa’e yang selama ini biasa melakukan penerawangan (meramal) manusia lewat hati babi ini.

Maka pada Kamis  (3/5/2018) masyarakat Kotabaru  beramai-ramai mencari ke lokasi yang ditunjuk oleh Yakobus Wa’e yaitu di gua di Tiwudala, Aepau, Dusun Lokalande.  Anggota polisi dari Pospol Kotabaru pun ikut serta dalam pencarian tersebut.

Ternyata benar seperti yang diterawang itu. Korban  sedang berada dalam gua. Pada waktu hendak ditemukan,  beberapa orang  sempat mendengar  suara Opa Lukas memanggil anaknya bernama Agus. Ia beberapa kali memanggil, “Agus… Agus..”  Suara panggilan itu ternyata berasal dari dalam gua, benar seperti petunjuk dari terawangan hati babi  oleh Yakobus Wa’e ini.

Maka masuklah salah satu anggota rombongan pencari korban yaitu Dino Nola ke dalam gua.  Meskipun penuh rasa takut,tetapi karena suara Opa Lukas terus terdengar memanggil dari dalam Dino Nola terus memberanikan diri masuk sampai ke dalam.

Ternyata di dalam gua Opa Lukas sedang duduk. Ia seperti kebingunan  berada dimana. Berdasarkan pengakuannya, sebelum peristiwa naas tersebut yaitu pada Minggu (29/4/2018) ia hendak pergi ke gereja.

Korban tiba di Kotabaru pada pukul 12,00 wita Kamis tanggal 3 Mei 2018. (Foto/Mike Wangge)

Di tengah jalan dia bertemu dengan dua makluk (manusia) bertubuh raksasa (besar) dua orang pria dan wanita. Keduanya berbadan putih, yang wanitanya disebutkan sangat  cantik,  wajahnya disebutkan seperti pualam mengkilap katanya. Prianya pun demikian, gantengnya luar biasa, dan dua-duanya sama tinggi dan sama besarnya.

Agak aneh, karena ketika pria dan wanita ini mengapit lengan Opa Lukas, korban seperti tidak sadarkan diri, kemudian  dalam alam mimpinya dia melihat dua orang ini menggandengnya melewati  sungai-sungai dan bagian dunia yang indah. Kedua orang yang membawanya itu disebutkan kadang menghilang,  kadang ada dan menggandengnya.

Selama lima hari itu Opa Lukas mengaku tidak pernah makan, kecuali  ia minum pada waktu ia dituntun oleh dua makluk itu saat melewati alur sungai.

Sekarang Opa Lukas sudah berada di rumah,  bersama keluarganya dan hendak dibuatkan acara syukuran atas ditemukan kembali Opa Lukas lewat penerawangan hati babi ini. [PJ/Mike Wangge]

2 COMMENTS

  1. Terima kasih Tuhan,dgn petunjukmu lewat karumiamu yg diberikan pada saudara kami Yakobus Wasa.opa kami LukasDo’o ditemukan.Terima kasih yg tak terhingga pd semua pihak yg telah ikut berkontibusi dgn caranya masing3 dlm pencarian opa Lukas.

  2. Terimakasih tuhan terimakasih bapak yokobus wa’e akhirnya bapa tua sya lukas do’o di temukan dlm keadaan sehat…🙏

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here