Pegulat DKI Jakarta, Andika Sulaiman Raih Medali Emas di Test Event

0
26
Andika Sulaiman, pegulat DKI Jakarta peraih medali emas di test event, bersama manajer tim H.Heru Pujihartono. Andika satu satunya pegulat Jakarta yang dipanggil ke pelatnas Asian Games XVIII/2018. (Foto/Adhi-PJ)

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) periode 2018-2022 pimpinan Trimedya Panjaitan, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, tengah menghadapi kerja berat berupa mempersiapkan tim gulat nasional yang akan ditampilkan di kompetisi gulat Asian Games XVIII/2018.

Setelah prestasi gulat nasional di pentas regional terkulai dalam beberapa dekade terakhir, kini saatnya gulat Indonesia bangkit dan kembali menuai catatan keberhasilan indah sebagaimana di masa lalu. Pencapaian prestasi yang tentunya juga sangat diharapkan oleh masyarakat Indonesia, khususnya komunitas dan pencinta gulat di tanah air.

Meningkatkan kembali kecintaan masyarakat pada gulat, tentunya tak sekadar menjadi tugas bersama dari kepengurusan PP PGSI 2018-2022 yang diamanahkan kepada Trimedya Panjaitan dan jajaran kepengurusannya. Para atlet atau pegulat nasional yang diproyeksikan tampil di pentas gulat Asian Games XVIII/2018 ini pastinya juga merasa wajib dan tertantang. Menggapai prestasi nasional dengan mempersembahkan medali kepada kontingen Indonesia, tentunya menjadi keinginan dan target besar mereka.

Hal itu pula yang dikemukakan oleh Andika Sulaiman, salah satu dari 18 pegulat yang diproyeksikan tampil di Asian Games XVIII/2018 mendatang. Andika merupakan satu-satunya pegulat asal DKI Jakarta yang diproyeksikan ke Asian Games tersebut, sebagaimana disampaikan Kabid Binpres PP PGSI sekaligus manajer timnas gulat Indonesia, Gusti Randa, beberapa hari lalu.

Dari hasil rapat Binpres PP PGSI pekan lalu, yang dihadiri pula oleh Trimedya Panjaitan dan Tonny Spontana sebagai penasehat PP PGSI 2018-2022, PP PGSI akan memanggil sebanyak 18 pegulat di pertengahan Februari ini. Mereka adalah 18 pegulat yang menuai prestasi di kejurnas senior sekaligus test-event Asian Games, medio Oktober lalu.

Ke-18 pegulat (6 dari gaya bebas putra, 6 gaya bebas putri dan 6 dari gaya  grego-roman putra) mulai pekan ketiga Februari direncanakan akan menjalani pelatnas di Icuk Sugiarto Training Centre (ISTC), Cisaat, Sukabumi. Setelah sekitar dua atau tiga bulan menjalani pelatnas lokal, ke-18 pegulat melanjutkan pelatihan sekaligus try-out ke Bulgaria hingga menjelang penampilannya di Asian Games.

“Dipanggil ke pelatnas tentunya sangat membanggakan. Amanah ini akan saya pertahankan dan perjuangkan dengan baik. Sudah menjadi keinginan saya dan setiap atlet juga untuk selalu berupaya tampil sebaik mungkin,” ungkap Andika Sulaiman, Senin (12/2/2018).

Andika, kelahiran 15 Mei 1997, merebut medali emas kelas 77 kg gaya grego-roman di kejurnas senior sekaligus test-event Asian Games di GOR Ciracas pada medio Oktober 2017 dengan mengungguli andalan Kalimantan Timur Kusno Hadi dengan bantingan kayang, yang membuat Andika dinyatakan menang telak 16-5. Kusno Hadi adalah peraih medali emas SEA Games 2013, Myanmar.

Keberhasilan menuai medali emas di test-event itu mengubur kekecewaan Andika dari kegagalannya di PON 2016, Bandung, di mana ia merasa dicurangi oleh pegulat tuan rumah. Seakan-akan ingin menebus kegagalannya di PON 2016 itu, Andika tampil lebih bersemangat di ajang test-event dengan mengungguli lawan-lawan yang tidak ringan. Di semifinal, dia mengungguli Rudi Suandi, pegulat nasional asal Jabar yang peraih medali emas di PON 2016 itu.

“Saya puas bisa menebus kegagalan di PON 2016 itu, karena test-event lebih fair,” kata Andika, peraih medali emas kejurnas yunior, dan medali emas Popnas.

Andika, kebanggaan dari keluarga Yusup Sulaiman, merasa bersyukur atas pembinaan yang dilakukan Pengprov PGSI DKI Jakarta yang diketuai Steven Setiabudi Musa. Saat tampil di PON 2016 lalu ia ditangani serius oleh pelatih Linson Simanjuntak dan Amirudin, sementara saat kejurnas senior dan test-event ditangani oleh Linson Simanjuntak dan Antoni Timbul Romulo. Saat ini ia tetap berlatih serius di pelatda gulat DKI Jakarta.

Andika juga berterimakasih kepada Paruntungan Sianturi, kabid binpres Pengrov PGSI DKI Jakarta yang selama ini terus membimbingnya, juga kepada H.Heru Pujihartono, kabid dana Pengprov PGSI DKI Jakarta yang terjun langsung sebagai manajer tim di kejurnas senior dan test event gulat Asian Games tersebut. Kontingen gulat DKI Jakarta di kejurnas senior dan test-event ini total meraih satu medali emas dan lima perunggu. [PJ/Adhi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here