Tahun Ini, Kemenperin Targetkan 18 Ponpes Jadi Percontohan dalam Program Santripreneur

0
19
Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih (foto/Ist)

POROSJAKARTA.COM, CAWANG – Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI Gati Wibawaningsih mengatakan, pihaknya menargetkan 18 ponpes yang akan menjadi percontohan dalam pelaksanaan program Santripreneur pada tahun 2018. Ponpes tersebut meliputi delapan di wilayah Jawa Barat, lima di Jawa Tengah, dan lima di Jawa Timur.

“Dalam implementasi Santripreneur ini, kami memiliki dua model penumbuhan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di ponpes, yaitu Santri Berindustri dan Santri Berkreasi,” ujar Gati seperti dilansir dari laman Kemenperin, Minggu (13/5/2018).

Menurutnya, Santri Berindustri merupakan upayapengembangan unit industri yang telah dimiliki oleh ponpes maupun penumbuhan unit industri baru yang potensial. Langkah ini diharapkan mendorong unit industri tersebut menjadi tempat magang para sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Sedangkan, model Santri Berkreasi merupakan program kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni yang terpilih dari beberapa ponpes untuk menjadi seorang profesional di bidang seni visual, animasi dan multimedia sesuai standar industri saat ini.

Kepada Ponpes Bayt Al-Hikmah di Pasuruan, Kemenperin memberikan sejumlah bantuan untuk pembangunan fasilitas dan mendorong tumbuhnya wirausaha, antara lain dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) berupa keramik yang dibutuhkan senilai Rp550 juta.

Kemudian, Ditjen Industri Logam Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) menyumbangkan sebanyak 50 buah laptop senilai Rp300 juta, atap baja ringan senilai Rp250 juta, pelatihan perbengkelan purna jual serta 1 unit Sepeda Motor dari Astra Honda Motor dan 2 unit sepeda motor PT Triangle motorindo senilai Rp1,2 miliar.

Ditjen IKM memberikan 1 set alat pengolahan roti beserta program bimbingan teknis senilai Rp400 juta. Total bantuan yang diberikan Kemenperin diperkirakan mencapai Rp2,7 miliar. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here